Langsung ke konten utama

Tawuran Warga, Lalu Lintas Jl Otista Raya Lumpuh

 Tawuran Warga, Lalu Lintas Jl Otista Raya Lumpuh
Sumber: beritajakarta.com
Akibat tawuran warga di kawasan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, Jalan Otista Raya mendadak lumpuh. Kendaraan dari arah Kampung Melayu menuju Cawang, tidak bisa bergerak sama sekali. Sedangkan ruas jalan dari arah Cawang menuju Kampung Melayu, jalanan diblokir warga.
Ratusan warga Tanjung Lengkong, hingga kini memilih berkerumun di tengah Jalan Otista Raya. Mereka melengkapi diri dengan sejumlah senjata tajam seperti parang, golok, samurai dan sebagainya. Tak ayal, ruas jalan dari arah Cawang menuju Kampung Melayu terblokir dengan sendirinya. Kendaraan tidak ada yang berani melintas lantaran khawatir menjadi sasaran amuk massa yang emosi.
Para pengendara pun terpaksa membelokkan kendaraannya menuju Cawang Kacling atau berbalik arah menuju Cawang di traffic light perempatan Cawang Kavling. Banyaknya kendaraan dan minimnya petugas kepolisian, membuat lalu lintas mendadak lumpuh. Para pengendara ingin saling berebut berjalan lebih dulu.
“Semua ingin jalan lebih dulu, petugas sangat minim. Ya akhirnya jadi stagnan, lalu lintas mengunci dan tidak bisa bergerak sama sekali. Kami berharap polisi cepat membubarkan kerumunan massa agar lalu lintas kembali lancar,” ujar Rizal (40), salah seorang pengendara yang melintas di kawasan Jalan Otista Raya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait, baik aparat kepolisian maupun pemerintah daerah setempat. Puluhan polisi masih berjaga-jaga di lokasi kejadian. Sedangkan massa masih bertahan di tengah jalan. Mereka tidak dapat menyerang ke Rusun Bidaracina lantaran akses menuju rusun dijaga ketat polisi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.