Langsung ke konten utama

DKI Dinilai Berhasil Tekan Penderita HIV/AIDS

DKI Berhasil Tekan Jumlah Penderita HIV
Sumber: beritajakarta.com
Penanganan penyebaran HIV/AIDS yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai mampu menekan jumlah penderita. Dari perkiraan United Nation (UN)-AIDS, seharusnya pengidap HIV di Jakarta pada 2015 mencapai 85.460 kasus, nyatanya, hingga November tercatat 3.702 kasus.
Berdasarkan data Komite Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, dari seluruh jumlah penderita HIV, sekitar 8.019 di antaranya yang meningkat menjadi AIDS. Sedangkan jumlah populasi kunci yang potensi tinggi terjangkit hasil pemetan 2014 mencapai 141.633.
Dengan rincian, wanita pekerja seks langsung (WPSL) 4.193 orang, wanita pekerja seks tidak langsung (WPSL) 7.669 orang, 4.465 lelaki seks lelaki (LSL), 1.206 waria, 122.096 lelaki beresiko tinggi (LBT). Sedangkan pengguna jarum suntik (penasun) mencapai 2.004 orang.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, Rohana Manggala mengatakan, rendahnya pengidap HIV di DKI Jakarta dari perkiraan UN-AIDS karena upaya intervensi yang sudah dilakukan. Bersama Pemprov DKI Jakarta dan sejumlah LSM, pihaknya gencar melakukan kampanye dan penanganan HIV/AIDS di Jakarta.
"Bahkan Jakarta Barat itu jadi model dalam penanganan ODHA (orang dengan HIV/AIDS). SUFA (Strategic Use Of ARV) atau pemberian obat ARV pada ODHA di Jakarta Barat dianggap berhasil," ujarnya, Jumat (27/11).
Dikatakan Rohana, keberhasilan SUFA di Jakarta Barat, akibat pola kebijakan desentralisasi ARV dari rumah sakit ke puskesmas. Selain itu, penjangkauan yang dilakukan oleh KPAP pun turut mendorong pasien mau datang ke puskesmas.
"Kalau di rumah sakit kadang ODHA kesulitan waktu dan ongkos transportasi yang harus dikeluarkan. Nantinya, pola ini akan kita dorong keempat kota lain di Jakarta," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.