Langsung ke konten utama

Daur Ulang Sampah Ancol Baru 30 Persen

PT Pembangunan Jaya Ancol baru bisa mendaur ulang sampah yang dibuang pengunjung sekitar 30 persen, melalui sejumlah bank sampah yang telah dibuat sejak 2012 lalu. 
Sumber: Beritajakarta.com
Meski demikian, PT Pembangunan Jaya Ancol tetap berupaya untuk mengelola sampah dengan baik untuk menciptakan lingkungan rekreasi yang bersih dan asri.
"Kita punya bank sampah sejak 2012 lalu. Sampah-sampah pengunjung kita olah dengan mesin yang kita miliki," kata Rika Lestari, Manager Coorporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Senin (30/11).‎
Menurut Rika, keberadaan bank sampah itu diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah. Menurutnya, sampah daur ulang biasanya berupa sampah sisa makanan dan daun. Sehingga bisa diolah menjadi pupuk kompos.
"Sampah kita daur ulang melalui mesin. Memang agak lama karena perlu fermentasi untuk pembusukan sampahnya," ujar Rika.
Sementara 70 persen sampah lainnya berupa sisa bungkus makanan, seperti plastik. Untuk sampah plastik, pihaknya hanya mengepresnya untuk selanjutnya dijual kepada pengepul sampah.
Rika menjelaskan, tak hanya sampah plastik dan sisa makanan, kertas bekas pakai pun bisa didaur ulang menjadi berbagai macam souvenir.
"Pembuatan souvenir sekaligus ada pemberdayaan masyarakat. Mereka yang olah sampah kertas kita dibuat souvenir Dunia Fantasi, kartu nama sama kotaknya, ada tempat tisu dan lainnya," papar Rika.
Rika menambahkan, setiap lokasi makan di kawasan Ancol sudah tidak diperbolehkan lagi menggunakan bahan styrofoam sebagai alas makanannya. Ia menyebutkan, tempat mie cup kemasan pun pihak Ancol sudah tidak menerima apabila masih menggunakan styrofoam. Pasalnya, selain merusak kesehatan, styrofoam juga tidak bisa di daur ulang menjadi barang baru.
"Kita targetkan tahun depan dapat mengolah 100 persen sampah itu," tandas Rika.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id