Langsung ke konten utama

PKL Karpet Menjamur di Jl DI Panjaitan

Pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan karpet, kini tidak hanya memadati Jl Basuki Rachmat, Cipinang Besar Selatan. Namun mereka juga mulai memenuhi Jl DI Panjaitan, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. 
Sumber: Beritajakarta.com
Pantauan Beritajakarta.com di lapangan, PKL karpet ini menempati trotoar di sepanjang Jl DI Panjaitan sisi timur, bergabung dengan PKL penjual boneka, mainan anak-anak, helm, bensin eceran, hingga warung makan.
Camat Jatinegara, Budi Setiawan saat dikonfirmasi mengatakan, akan menertibkan seluruh PKL di kawasan Jl DI Panjaitan. Bahkan pihaknya sudah membawa persoalan tersebut di dalam rapat pimpinan tingkat kota beberapa waktu lalu.
Rencananya usai penertiban mereka akan dimasukkan ke dalam Pasar Gembrong baru. Namun, Budi belum bisa memastikan kapan penertiban dilakukan.
"Kemarin sudah dirapatkan di tingkat kota dan rencananya akan ditertibkan. Pedagang karpet akan dimasukkan ke Jl Basuki Rachmat digadung dengan pedagang lainnya," ujar Budi, Senin (30/11).
Sedangkan untuk PKL boneka dan lainnya, akan direlokasi ke Pasar Gembrong.
Berdasarkan data yang dimiliki pihak kecamatan, di Jl DI Panjaitan sisi timur saat ini terdapat sekitar 74 PKL. Budi mengaku, sudah sosialisasi kepada para PKL, termasuk memasang spanduk larangan berjualan di sepanjang jalan tersebut.
"Tinggal menunggu penertibannya saja. Namun agar tidak muncul lagi, usai penertiban harus dijaga ketat setiap harinya oleh petugas," tandas Budi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).