Langsung ke konten utama

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.


" Dulu waduk tidak pernah diurus. Saking parahnya lumpurnya sampai hampir rata dengan bibir waduk"
Pantauan Beritajakarta.com, waduk seluas 1,6  hektare ini tidak terlihat satu sampah pun. Selain itu, air di sekeliling waduk juga bening tidak terdapat lumpur.
Pohon berukuran besar membuat kawasan waduk  tampak asri, teduh dan indah. Warga juga bisa menggunakan fasilitas tempat duduk saat di waduk.
Hendra (54) warga komplek Bojong Indah mengatakan, bahwa sejak waduk dibangun tahun 1977 hingga 2009 waduk sama sekali tidak pernah diurus. Bahkan lumpur dan sampah hampir rata dengan bibir waduk.
“Dulu waduk tidak pernah diurus. Saking parahnya lumpurnya sampai hampir rata dengan bibir waduk,” ujar Hendra, Senin (19/9).
Imbasnya, saat hujan deras perumahan Bojong Indah jadi langganan genangan minimal 30 sentimeter. Sedangkan kalau musim hujan bisa mencapai ketinggian 1,5 meter lebih. Namun, pasca normalisasi waduk pada tahun 2015, genangan jarang terjadi.
“Wilayah kami juga kalaupun masih ada genangan saat musim hujan, tapi hanya setinggi 15-20 sentimeter. Itupun cepat surut,” katanya.
Kasatlak UPK Badan Air Barat dan Utara, Richard menuturkan untuk menjaga kebersihan waduk dari sampah, sekitar lima petugas PHL Badan Air bersiaga tiap harinya dari pukul 09.00-16.00.
“Selain itu juga rutin membabat keberadaan rumput dan tanaman liar di seliling waduk hingga selain bersih juga tertata rapi,” tandas Richard.
Sumber: Beritajakarta.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

68 PNS DKI Belum Registrasi e-PUPNS

Badan Kepagawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mencatat ada  1.848 pegawai negeri sipil (PNS) yang tak melakukan pendataan ulang PNS secara elektronik (e-PUPNS). Dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya 68 di antara yang tidak diketahui keterangannya. Sementara lainnya sudah pensiun, diberhentikan dari PNS, meninggal, dan lain sebagainya.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.