Langsung ke konten utama

Empat Produk Pangan Berbahaya Disita di Jaktim

Sumber: beritajakarta.com
Razia produk pangan berbahaya kembali dilancarkan Tim Ketahanan Pangan Jakarta Timur, Selasa (19/7). Kali ini sasarannya adalah Pasar Jatinegara, Ampera, Rawamangun, Pramuka dan Palmeriam.

Dari 353 sampel pangan yang diperiksa, empat di antaranya dinyatakan positif mengandung zat kimia berbahaya.
Empat produk pangan yang diamankan adalah, tahu kuning yang mengandung formalin. Kemudian pacar cina mentah dan mateng mengandung rodhamin B dan sayur krecek mengandung borak. Seluruh produk pangan berbahaya ini langsung dimusnahkan.
Asisten Perekonomian Jakarta Timur, Erick Pahlevi Zakaria Lumbun mengatakan, razia produk pangan dilakukan untuk mencegah beredarnya produk pangan berbahaya.
"Dari 353 sampel produk pangan yang kita periksa, empat dinyatakan positif mengandung zat kimia berbahaya," kata Erick.
Razia yang melibatkan sekitar 60 petugas gabungan ini juga memeriksa produk pertanian, perikanan dan peternakan.
Lebih lanjut, razia pangan di Pasar Jatinegara sudah ketiga kalinya digelar di tahun 2016. Namun masih ditemukan produk pangan berbahaya dengan pedagang yang berbeda.
"Pedagang kita buat berita acara dan dilakukan pembinaan. Nantinya akan berlanjut ke penelusuran pemasok bahan pangan berbahaya itu," tandasnya.
Menurut keterangan, tahu berformalin dipasok dari sebuah pabrik di bilangan Pasar Jangkrik, Jatinegara. Namun untuk pembuktian pencampuran formalinnya pihaknya harus melakukan pendalaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

68 PNS DKI Belum Registrasi e-PUPNS

Badan Kepagawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mencatat ada  1.848 pegawai negeri sipil (PNS) yang tak melakukan pendataan ulang PNS secara elektronik (e-PUPNS). Dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya 68 di antara yang tidak diketahui keterangannya. Sementara lainnya sudah pensiun, diberhentikan dari PNS, meninggal, dan lain sebagainya.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…