Langsung ke konten utama

Turap Ambrol di Jl Lebak Bulus V Telah Ditangani

Turap penahan tanah milik salah seorang warga di Jalan Lebak Bulus V RT 04/04, Kelurahan Cilandak Barat, Cilandak, yang sempat ambrol karena hujan deras Minggu (24/7) kemarin langsung ditangani belasan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). 


" Tanahnya diangkat PPSU untuk digunakan sebagai penutup lubang di tempat pembuangan sampah warga yang sudah dibersihkan dan ditutup, biar rata"
Turap setinggi tiga meter dan panjang 10 meter ambrol karena tidak sanggup menahan beban tanah yang semeter lebih tinggi dari turap.
Lurah Cilandak Barat, Agus Gunawan mengatakan, kondisi turap yang sudah tua tidak mampu membendung tekanan tanah.
"Tinggi tanah tiga meter, turapnya dua meter dari permukaan jalan, tanahnya lebih tinggi. Posisi tanah sebenarnya landai, tapi karena usia turap sudah 10 tahunan, nggak kuat nahan beban karena hujan deras," kata Agus, Senin (25/7). 
Menurut Agus, kejadian tanah longsor disertai turap ambrol ini bukan yang pertama kali. Hal serupa pernah terjadi pada tahun 2013 lalu, namun di titik turap yang berbeda.
"Ini longsor kedua, tahun 2013 pernah, tapi cuma dua meter panjang turap yang ambrol. Nggak diperbaiki secara menyeluruh sama yang punya, hanya disulam. Karena keterbatas biaya yang punya," tutur Agus.
Material longsor yang sempat berserakan ke jalan langsung ditangani oleh petugas PPSU. Batu kali diletakkan di pinggir jalan, sedangkan tanah dimasukan ke dalam karung. Agar tidak licin, petugas menyiram tanah yang masih tersisa.
"Untuk batu kali akan digunakan oleh pemilik. Tanahnya diangkat PPSU untuk digunakan sebagai penutup lubang di tempat pembuangan sampah warga yang sudah dibersihkan dan ditutup, biar rata," ucap Agus.
Betuntung, tidak ada korban dalam kejadian ini, karena jalan tersebut terbilang sepi.
"Kita sudah koordinasi dan minta kepedulian yang punya tanah. Warga juga minta agar pemilik memperbaiki seluruh bagian turapnya. Karena kan kalau begini dampaknya ke lingkungan sekitar dan fasilitas umum. Dia menyanggupi, bilang akan berusaha untuk memperbaiki. Saya kasih tahu dia jangan diulur-ulur," tandas Agus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

BPPBJ Gelar Sosialisasi Inpassing Jabatan Fungsional Pengelola PBJ

Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta menggelar sosialisasi penyesuaian atau inpassing jabatan fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Sosialisasi tersebut diikuti 60 pejabat PBJ dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPBJ DKI Jakarta, Blessmiyanda mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memfasilitasi pejabat PBJ terkait hak-hak mereka sebagai seorang profesional dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa.

"Inpassing ini merupakan penyesuaian dari jabatan umum atau pelaksana menjadi jabatan fungsional," ujarnya, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/9).

Blessmiyanda menjelaskan, di BPPBJ sendiri untuk kelompok kerja (Pokja) pengadaan barang dan jasa sudah hampir semuanya lulus jabatan fungsional. Sedangkan, ratusan pejabat pengadaan yang ada di SKPD justru belum menjadi pejabat fungsional.

"Untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa mem…

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…