Langsung ke konten utama

DKI akan Ambil Alih Pengelolaan Lenggang Jakarta

Kawasan penataan pedagang kaki lima di eks IRTI Monumen Nasional Lenggang Jakarta‎ saat ini masih terdapat sejumlah masalah. Salah satunya harga jual makanan yang dinilai terlalu tinggi sehingga membuat kawasan itu tetap marak pedagang kaki lima (PKL).


"Memang harus segera diambil alih, permasalahannya di perjanjian mereka kelola lima tahun "
"Kalau beli makan di kawasan Lenggang Jakarta cukup mahal, padahal yang datang belum tentu semua punya uang, makanya pada beli ke PKL," ‎ujar Agus(32), salah seorang pengunjung, Jumat (22/7).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengan dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Irwandi mengatakan, masih cukup tingginya harga jual di lokasi memang karena masih dikelola pihak ketiga. Karena itu ke depan pihaknya berharap pengelolaan bisa dilakukan oleh Pemprov DKI.
"Memang harus segera diambil alih, permasalahannya di perjanjian mereka kelola lima tahun, tapi kita harap bisa segera direvisi," tandasnya.
Saat ini, menurutnya di lokasi Lenggang Jakarta terdapat 329 pedagang yang dikelola pihak ketiga. Jika ada revisi pengelolaan pihaknya bisa segera melakukan pengambil alihan lokasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

68 PNS DKI Belum Registrasi e-PUPNS

Badan Kepagawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mencatat ada  1.848 pegawai negeri sipil (PNS) yang tak melakukan pendataan ulang PNS secara elektronik (e-PUPNS). Dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya 68 di antara yang tidak diketahui keterangannya. Sementara lainnya sudah pensiun, diberhentikan dari PNS, meninggal, dan lain sebagainya.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…