Langsung ke konten utama

Belum Ditemukan Pengendara Gunakan Pelat Palsu

Belum Ditemukan Pengendara Gunakan Pelat PalsuGubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menilai pelaksanaan ganjil genap selama dua hari uji coba cukup baik. Bahkan selama pelaksanaan belum ditemukan adanya pelat palsu.

"Ganjil genap cukup baik, cukup memuaskan. Jadi memang, saya lihat masyarakat juga kami terima kasih ada beberapa yang coba jelasin, kami juga tak temukan ada pelat palsu "
"Ganjil genap cukup baik, cukup memuaskan. Jadi memang, saya lihat masyarakat juga kami terima kasih ada beberapa yang coba jelasin, kami juga tak temukan ada pelat palsu," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/7).
Menurut Basuki, polisi akan langsung mengetahui jika ada pengendara yang menggunakan pelat palsu. Jika terbukti menggunakan pelat palsu pengendara akan langsung dipidanakan. "Kan polisi bisa kenalin mana yang palsu dan asli," ujarnya.
Saat ini, kebijakan ganjil genap baru diberlakukan uji coba saja. Sehingga jika ada yang nekat menerobos tidak sesuai dengan tanggal hanya akan diberikan peringatan saja. Sementara sanksi tilang baru akan diberlakukan milai bulan depan.
"Sanksi setelah satu bulan lah. Kami niatnya enggak ada nyusahin warga, ini kan cuma untuk kepentingan bersama saja," tandasnya.
Seperti diketahui kebijakan ganjil genap mulai diujicobakan pada 27 Juli lalu. Ruas jalan yang diberlakukan yakni eks 3 in 1 yang sebelumnya telah dihapus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).