Langsung ke konten utama

Belasan Penghuni Kos di Cikoko Terjaring Binduk

 Belasan Penghuni Kos di Cikoko Terjaring BindukAparatur Kelurahan Cikoko, Pancoran, bersama dengan unsur TNI/Polri melakukan pendataan dan pengawasan rumah kos lebih dari 10 pintu, Selasa (26/7) tengah malam.
" Mereka kami data juga dan mengurus SKDS. Mereka bilang bisa dua sampai tiga minggu di kontrakan itu"
Ada empat titik rumah kos yang diperiksa petugas. Di Jalan Cikoko Timur I RT 07/02 ada tiga kos, dengan jumlah kamar 20-25 pintu. Satu dari tiga rumah kos sedang mengurus perizinan dan pajak, sedangkan lainnya tidak memiliki izin dan belum terdaftar sebagai objek pajak.
Sementara di Jalan Cikoko Timur II RT 02/04 ada satu kos berjumlah 19 kamar yang juga tidak berizin dan belum sebagai objek pajak.
Mayoritas penghuni empat kosan itu adalah warga luar DKI Jakarta, tapi belum melapor untuk memperoleh Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS).
"Masih banyak yang belum pulang ke kosan. Tapi ada sekitar 33 penghuni kita periksa, mayoritas belum punya SKDS. Setelah kami data, mereka kami minta untuk mengurus SKDS," tutur Rukmini, Lurah Cikoko.
Setelah keempat rumah kos diperiksa dan hendak kembali ke kantor kelurahan, Ketua RW 02 meminta petugas untuk memeriksa sebuah kontrakan di Jalan Cikoko Timur Raya RT 03/02 yang menurut informasi dihuni oleh warga pendatang dengan jumlah yang cukup banyak.
Saat disambangi, petugas mendapati sebanyak 13 pemuda asal Nusa Tenggara Timur menghuni kontrakan itu. Mereka mengaku menyudahi dan masih kuliah di Bandung. Mereka pun baru menempati kontrakan itu sejak Sabtu (23/7) kemarin.
Kedatangan mereka ke Jakarta dengan tujuan mencari pekerjaan dan ingin melanjutkan studi.
Rukmini mengatakan, RT setempat tidak melapor sejak para pemuda pendatang baru itu tiba di Jakarta dan mengontrak di wilayahnya.
"Ini temuan ini. RT kok nggak ngelapor. Kami akan monitor terus aktivitas mereka. Mereka kami data juga dan mengurus SKDS. Mereka bilang bisa dua sampai tiga minggu di kontrakan itu," tandas Rukmini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id