Langsung ke konten utama

Kasus DBD di Kebayoran Baru Tertinggi

Sumber: beritajakarta.com
Kecamatan Kebayoran Baru menduduki jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di wilayah Jakarta Selatan.
Data yang diperoleh dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, hingga Juni 2015, jumlah kasus DBD di Kecamatan Kebayoran Baru mencapai 21 kasus. Sedangkan kasus terendah berada di Kecamatan Jagakarsa yang hanya berjumlah enam kasus.
"Kasus demam berdarah di Kebayoran Baru tertinggi dibanding sembilan kecamatan lainnya," ujar  Syamsuddin Noor, Walikota Jakarta Selatan, Kamis (30/7).
Meski demikian, kata Syamsuddin, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta hingga 22 Juli 2015, kasus DBD di Jakarta Selatan menurun dari peringkat kedua menjadi peringkat ketiga.
Dikatakan, penurunan kasus DBD ini lantaran pihaknya telah menerapkan terobosan dengan memberikat plakat merah kepada wilayah yang kasus DBD tertinggi.
"Pemberian plakat ini sebagai perhatian khusus untuk memotivasi lurah dan camat bekerja lebih keras menurunkan kasus DBD di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id