Langsung ke konten utama

Taman Bahari Ditempati PMKS

Taman Bahari Jadi Rumah Bagi Para PMKSPengawasan di Taman Bahari, Tanjung Priok, perlu diintensifkan. Pasalnya, taman yang letaknya berdekatan dengan Stasiun Tanjung Priok itu kerap dijadikan tempat mangkal dan tidur bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti anak jalanan dan gelandangan.
Koordinator Pengawasan dan Petugas Perawat Taman Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Jakarta Utara, Erwin mengatakan, meski taman dan tempat sampah berbentuk animasi sudah dirawat, namun keberadaannya kerap dirusak. Bahkan, PMKS itu juga kerap mabuk miras dan lem di dalam taman.Ironisnya, PMKS tersebut kerap merusak fasilitas yang ada. Belum lagi pedagang kaki lima (PKL) yang kerap berjualan dan membuang sampah di areal taman.
"Taman sudah kita rawat dengan baik, tapi kotor lagi. Tempat sampah animasi banyak dihancurkan sama anak jalanan yang biasa pada nongkrong, habis mabuk bikin onar. Baru diganti sudah dipecahin lagi, sudah terlalu sering," ungkap Erwin, Kamis (30/7).
Menurutnya, keberadaan PMKS di Taman Bahari kerap ditertibkan Satpol PP, namun mereka tak kunjung jera.
"Kita sudah laporan. Satpol PP sudah sering nangkep, tapi datang lagi. Hampir tiap malam banyak PMKS.  Orangnya di sini keras kepala. Memang butuh penyiagaan petugas 24 jam supaya taman bebas anak jalanan," tutur Erwin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

BPPBJ Gelar Sosialisasi Inpassing Jabatan Fungsional Pengelola PBJ

Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta menggelar sosialisasi penyesuaian atau inpassing jabatan fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Sosialisasi tersebut diikuti 60 pejabat PBJ dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPBJ DKI Jakarta, Blessmiyanda mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memfasilitasi pejabat PBJ terkait hak-hak mereka sebagai seorang profesional dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa.

"Inpassing ini merupakan penyesuaian dari jabatan umum atau pelaksana menjadi jabatan fungsional," ujarnya, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/9).

Blessmiyanda menjelaskan, di BPPBJ sendiri untuk kelompok kerja (Pokja) pengadaan barang dan jasa sudah hampir semuanya lulus jabatan fungsional. Sedangkan, ratusan pejabat pengadaan yang ada di SKPD justru belum menjadi pejabat fungsional.

"Untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa mem…

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…