Langsung ke konten utama

26 Bangunan di Bantaran Kali Gendong Dibongkar

Sumber: beritajakarta.com
Sebanyak 26 bangunan yang berada di bantaran Kali Gendong Waduk Pluit RT 19/17, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dibongkar, Kamis (30/7). Sekitar 100 petugas Satpol PP dibantu TNI dan Polri serta satu alat berat dikerahkan untuk merobohkan puluhan bangunan tersebut.

Pembongkaran bangunan di bantaran Kali Gendong sepanjang dua kilometer ini merupakan pembongkaran lanjutan dari sebelumnya. Sejak Maret hingga Juni 2015, tercatat sudah 820 bangunan yang dibongkar. Sementara total bangunan di bantaran Kali Gendong mencapai 2.000 bangunan.
Camat Penjaringan Yani Wahyu Purwoko mengatakan, pembongkaran merupakan lanjutan normalisasi Waduk Pluit pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah. Sebagian di antara pemilik bangunan tersebut direlokasi ke Rumah Susun Buddha Tzu Chi.
"Sebagian lagi akan ditempatkan di lantai dasar Rusunawa Muara Baru. Kita masih berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta," ujarnya.
Pelaksana Normalisasi Kali dan Waduk DKI Jakarta Heriyanto mengatakan, saat ini masih ada sekitar 1.154 bangunan yang berdiri di bantaran Kali Gendong. Ditargetkan pembongkaran rampung Desember nanti. Sedangkan pembongkaran sekitar 3.000 bangunan di bantaran sisi timur Waduk Pluit ditargetkan selesai akhir 2016 mendatang.
"Penertiban ini sebagai upaya mempercepat normalisasi. Oleh karena itu, kita berharap Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI segera mempersiapkan rusun untuk relokasi warga," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

BPPBJ Gelar Sosialisasi Inpassing Jabatan Fungsional Pengelola PBJ

Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta menggelar sosialisasi penyesuaian atau inpassing jabatan fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Sosialisasi tersebut diikuti 60 pejabat PBJ dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPBJ DKI Jakarta, Blessmiyanda mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memfasilitasi pejabat PBJ terkait hak-hak mereka sebagai seorang profesional dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa.

"Inpassing ini merupakan penyesuaian dari jabatan umum atau pelaksana menjadi jabatan fungsional," ujarnya, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/9).

Blessmiyanda menjelaskan, di BPPBJ sendiri untuk kelompok kerja (Pokja) pengadaan barang dan jasa sudah hampir semuanya lulus jabatan fungsional. Sedangkan, ratusan pejabat pengadaan yang ada di SKPD justru belum menjadi pejabat fungsional.

"Untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa mem…

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…