Langsung ke konten utama

Tekan Anggaran, Ahok akan Bubarkan TGUPP & BPMP

Untuk mewujudkan struktur organisasi yang ramping namun efektif, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam waktu dekat akan membubarkan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dan Badan Penanaman Modal Provinsi (BPMP) DKI.
"Kami akan terus lakukan perampingan organisasi. Karena ada teori, organisasi ramping kaya fungsi," kata Saefullah.Rencana pembubaran dua instansi tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah DKI, Saefullah‎ saat melantik 24 pejabat eselon III di Balaikota, Jumat (31/7).
Sumber: Beritajakarta.com
Menurut Saefullah, TGUPP dan BPMP secara resmi dibubarkan setelah kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) makin meningkat.
"Dalam waktu dekat, TGUPP akan kami bubarkan jika kinerja SKPD sudah bagus. BPMP juga mau kita bubarkan," ujar Saefullah.
Bukan hanya itu, menurut Saefullah, jabatan wakil lurah dan wakil camat juga akan dihapus. Begitu pula dengan struktur Unit Pengelola Teknis (UPT) yang jumlahnya dianggap sudah terlalu banyak. Kerja UPT-UPT yang ada saat ini nantinya bakal ditarik ke bidang di sejumlah dinas.
"‎Untuk efisiensi, tidak ada lagi jabatan wakil lurah. Unit Pengelola Teknis (UPT) yang banyak akan dilakukan efisiensi dan tugasnya‎ bisa ditarik ke bidang di dinas," jelas Saefullah.
Saefullah menerangkan, perampingan struktur organisas‎i di Pemprov DKI ini untuk menekan belanja pegawai yang dalam APBD DKI tahun 2015 dialokasikan sebesar Rp 19 triliun.
"Belanja pegawai DKI akan kami tekan di APBD Perubahan menjadi Rp 17 triliun‎ dan bakal kami tekan terus sampai menyentuh angka Rp 15 triliun," tutur Saefullah.
Sekadar diketahui, TGUPP saat ini dipimpin Sarwo ‎Handayani dan Muhammad Yusuf. Adapun anggotanya terdiri dari Taufik Yudi Mulyanto, Sugiyanta, Ipih Ruyani, Sugeng Irianto, Kian Kelana dan lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Asian Games, 28 Cabor Dipertandingkan di Jakarta

Kota Jakarta bersama Pelembang akan menjadi tuan rumah penyelanggaraan Asian Games 2018 mendatang. Dari 36 cabang olahraga (cabor) yang dipertadingkan, 28 diantaranya akan dilangsungkan di Jakarta. Sementara sisanya akan digelar di Palembang. "Insya Allah ada 28 cabor digelar di Jakarta, totalnya ada 36 cabor. Jadi sisanya 8 cabor dilangsungkan di Palembang," ujar Sylvi, sapaan akrabnya, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (30/3).Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Sylviana Murni mengatakan menuturkan, sebanyak 28 cabor Asian Games akan digelar di Jakarta. Namun, dari jumlah itu sebagian diantaranya akan digelar di daerah sekitar Jakarta seperti, Jawa Barat dan Banten. Dia menyebutkan, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI akan melakukan rehab, baik ringan, berat maupun total terhadap venue yang ada. Sedangkan untuk Stadion BMW, ditambahkan Sylvi, nantinya hanya akan dijadikan alternatif venue. "Stadion BMW jadi alternatif venue. Un...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id