Langsung ke konten utama

Tahun Ini DKI Fokus Inventarisasi Aset Tidak Bergerak

Inventarisasi aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus dilakukan. Fokus untuk tahun ini inventarisasi pada aset tidak bergerak.

"Tahun ini harus konsentrasi untuk inventarisasi aset yang tidak bergerak, utamanya tanah-tanah dan gedung-gedung milik pemerintah, itu harus rapi‎ "
"‎Masih sangat banyak PR yang harus kita kerjakan. Kalau internal pemerintah, salah satu yang berkali-kali saya sampaikan adalah masalah inventarisasi aset‎," kata Djarot Saiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/6).
Menurut Djarot, masih banyak aset tidak bergerak seperti lahan yang saat ini dikuasai oleh pihak lain. Sehingga proses inventarisasi harus dilakukan dengan teliti dan ketat.
"‎Tahun ini harus konsentrasi untuk inventarisasi aset yang tidak bergerak, utamanya tanah-tanah dan gedung-gedung milik pemerintah, itu harus rapi‎," ucap Djarot tegas.
Djarot menambahkan, setelah inventarisir aset tidak bergerak selesai, hasilnya harus dicantumkan di e-aset‎ yang ada di dalam aplikasi Jakarta Smart City.
"‎Jadi rapi, sehingga masyarakat juga tahu dengan sistem Jakarta Smart City oh ini asetnya pemda, statusnya kayak gini, supaya nggak diseroboh oleh siapapun juga," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id