Langsung ke konten utama

Basuki Curigai Ada Oknum Gagalkan Pembangunan ITF

Sumber: beritajakarta.com
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mencurigai adanya oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang berencana menggagalkan pembangunan Intermediate Treatment Facilities (ITF).

Kecurigaan itu semakin diperkuat setelah melihat lambannya pemutusan kontrak dengan PT Godang Tua Jaya meski telah menemukan kejanggalan dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
"Kami juga bisa curiga dong, ada apa dengan Pemda DKI yang enggak pernah mau bangun insinerator, terus saja digagalin," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (23/6).
Menurut Basuki, sebagai pengelola TPST Bantar Gebang, PT Godang Tua Jaya dinilai telah jelas melakukan wanprestasi. Di antaranya seperti tidak membangun pengelolaan sampah sesuai kesepakatan. Setiap hari, sampah dari Jakarta yang dikirim ke TPST itu hanya ditumpuk tanpa diolah.
"Anda janjikan bangun mesin, tapi enggak bangun-bangun, kami bayar cuma ditumpuk doang. Kalau kami kirim sampah lebih ya nggak apa-apa, itu kan tanah milik DKI," tegasnya.
Basuki juga mengancam akan menggugat masyarakat yang masih nekat menghadang truk sampah dari DKI yang akan masuk ke TPST Bantar Gebang.
"Kami akan gugat yang melarang dan menghalangi," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id