Langsung ke konten utama

Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakpus Rekrut Calo jadi PHL

Sumber: beritajakarta.com
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat, Yuswardi mengatakan, praktik percaloan makam masih terjadi. Untuk meminimalisir hal tersebut, pihaknya berencana merekrut calo menjadi pekerja harian lepas (PHL).

Yuswardi menjelaskan, calo makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) biasanya berasal dari warga setempat. Sebagian dari mereka tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga menjadi calo.
"Ke depan kami akan rekrut PHL dari warga setempat. agar tidak ada pungli lagi ke masyarakat dan kami juga akan memberikan pengarahan," katanya, Jumat (29/1).
Dikatakan Yuswardi, modus calo ini mengatakan makam sudah penuh. Mereka kemudian menawarkan jasa mencari lahan, namun dengan biaya yang cukup tinggi, padahal biaya retribusi yang dikeluarkan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta berkisar Rp 40.000 sampai Rp 100 ribu.
"Kuburan penuh itu modus, padahal ada sistem tumpang, insya Allah nggak akan habis TPU di Jakarta," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).