Langsung ke konten utama

Layanan Puskesmas Semper Barat II DIkeluhkan

Sumber: beritajakarta.com
Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kelurahan Semper Barat II, Cilincing, Jakarta Utara banyak dikeluhkan pasien. Salah satunya waktu kedatangan dokter yang kerap tidak tepat waktu sehingga membuat pasien antre dan menunggu cukup lama.

Maryati (42) warga RW 03, Kelurahan Semper Barat mengatakan, pelayanan kesehatan di puskesmas ini sering kali kurang memuaskan akibat dokter di puskemas setempat sering kali datang terlambat. Imbasnya, pasien yang telah datang dari pagi, harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
"Saya dan pasien lainnya sudah nunggu dari pagi pukul 08.30. Tapi, dokternya baru datang sekitar satu jam kemudian. Jadi, lama nunggunya dibanding berobatnya yang tak sampai satu jam. Dokter puskesmas datang telat ini sudah sering terjadi," keluh ibu dua anak yang ingin berobat penyakit batuk di Puskesmas Kelurahan Semper II, Rabu (27/1).
Hal senada juga diutarakan warga RW 05 Kelurahan Semper Barat berinisial H. Ia mengaku kecewa dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Semper II karena tidak mendapatkan surat rujukan dari puskesmas setempat untuk mengobati penyakit saraf melalui metode terapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja Jakarta Utara.
"Kata petugasnya, saya datang kesiangan jadi petugasnya sudah nggak ada. Mereka meminta saya untuk datang lebih pagi besok. Padahal saya sudah buru-buru dari RSUD Koja naik motor untuk minta surat rujukan. Tapi nggak dapat, padahal masih jam kerja," ujarnya.
"Yang paling membuat masyarakat kecewa, dokternya sering datang telat. Akhirnya masyarakat banyak yang antre menunggu dokter," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.