Langsung ke konten utama

Access Road Towards Marunda Flat will Be Widened

Sumber: beritajakarta.com
Pemprov DKI akan mempercepat proses pencetakan e-KTP bagi warga ibu kota. Pasalnya, sejak diberlakukan e-KTP, baru 5,6 juta warga saja yang memilikinya.

Kepala Unit Pelaksana Teknologi Informasi Kependudukan (UPTIK) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta, M. Nurrahman mengatakan, total wajib KTP di DKI Jakarta sekitar 7,1 juta. Dari jumlah tersebut baru sebanyak 5,6 juta warga DKI yang mengantongi e-KTP.
“Data sebanyak 5,6 juta tersebut berdasarkan hasil pencetakan sejak tahun 2011 saat diberlakukannya e-KTP,” ujar Nurrahman, Jumat (26/6).
Menurutnya, lambat dan terbatasnya penyediaan blanko oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi kedala dalam penerbitan e-KTP. Alhasil Pemprov DKI pun berinisiatif melaksanakan percontohan perekaman e-KTP.
Demi percepatan itu, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan fasilitas mesin cetak e-KTP pada lima PTSP kelurahan percontohan, yaitu Kelurahan Krukut (Jakarta Barat), Bungur (Jakarta Pusat), Sunter Agung (Jakarta Utara), Jati (Jakarta Timur) dan Kebagusan (Jakarta Selatan).
“Selain di PTSP lima kelurahan tersebut, pencetakan juga dapat dilakukan di PTSP masing-masing kantor walikota dan Kantor Sudin Dukcapil di lima wilayah DKI, termasuk Kepulauan Seribu yang tengah dalam koordinasi dengan Dinas Kominfomas DKI untuk penyediaan jaringan pelayanan secara online,” ucap Nurrahman.
Data terakhir, penerimaan blanko dari Kemendagri memang tidak pasti. Misalnya pada bulan Mei 2015 blanko kartu e-KTP yang diterima Pemprov DKI hanya 20.000 lembar yang selanjutnya didistribusikan ke seluruh PTSP lima kelurahan.
Sedangkan untuk wilayah Jakarta Barat, untuk Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan dari 1.125 orang pemohon e-KTP, masih sekitar 900 orang yang belum menerima di tahun 2014. Sementara, data permohonan pada April-Juni 2015 ini baru 450 warga yang menerima dari total 526 pemohon. Akibatnya, penumpukan permohonan itu terus terjadi.
“Saat ini untuk memudahkan layanan, kami menerapkan kebijakan petugas kelurahan  yang menjemput hasil cetak e-KTP ke Sudin Dukcapil. Selanjutnya kami langsung hubungi pemilik e-KTP yang bersangkutan untuk mengambilnya ke kantor kelurahan,” tandas Lurah Tanjung Duren Selatan, Devi Riana Sumanthi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.