Langsung ke konten utama

Pembebasan Lahan untuk Jalan Joglo Raya akan Dilanjutkan

Pembebasan lahan proyek pelebaran Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat yang sempat terhenti akan dilanjutkan kembali tahun 2015 ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan dana sebesar Rp 20 hingga 30 miliar untuk pembebasan lahan.
Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal mengatakan, tahun ini pembebasan lahan di ibu kota tidak lagi berpatokan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) daerah, namun melalui sistem appraisal.
Sumber: Beritajakarta.com
“Tim appraisal nantinya akan diseleksi melalui lelang, setelah ditunjuk baru mereka akan bekerja,” katanya, Senin (29/6).
Asisten Pembangunan Jakarta Barat, Azril Marzuki mengatakan, pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Joglo sudah lebih dari 85 persen. Dari 150 lahan yang ada, 105 di antaranya sudah dibebaskan.
Pihaknya, tambah Azril, masih mengkaji fasos fasum milik PT Alpa dan PT Intercon di sekitar jalan tersebut yang merupakan kewajiban kedua perusahaan kepada Pemprov DKI, sehingga lahan-lahan tersebut tidak perlu dibayar.
“Kami masih melakukan kajian tentang fasos fasum kedua perusahaan tersebut, kalau rumah warga yang belum dibebaskan hanya sekitar 2-3 bidang tanah saja,” tandas Azril.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Tipar Cakung Raya Marak PKL

Sumber: beritajakarta.com Pedagang kaki lima (PKL) semakin marak di sepanjang Jalan Tipar Cakung Raya, Sukapura, Jakarta Utara. Lapak-lapak PKL digelar di atas trotoar kiri kanan jalan. Dari pantauan Beritajakarta.com , lapak PKL sangat mengganggu pejalan kaki yang melewati trotoar. Bahkan, ada juga lapak yang berada di bahu jalan. Sehingga sering menghambat arus lalu lintas di jalan tersebut. Terkait hal ini, Lurah Sukapura, Supardi mengatakan, PKL di sisi kanan dan kiri Jalan Tipar Cakung Raya telah ada sejak lama. Ia pun mengaku kesulitan menertibkan PKL, karena banyak yang juga merupakan warga sekitar. "Sulit, PKL‎ di sana itu banyakan warga sini juga," ucapnya, Senin (12/10). Namun Supardi akan segera membawa permasalahan PKL ke rapat pimpinan (Rapim) Pemerintah Kota (Pemkot) AdministrasiJakarta Utara. "Mudah-mudahan dari sana akan ada jawaban dan tindak lanjut yang jelas," tandasnya‎.

Keluarga Pasien Protes, Tarif Parkir RSUD Koja Mahal

Sumber: beritajakarta.com Para pembesuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, mengeluhkan sistem tarif parkir yang diterapkan di rumah sakit tersebut. Menurut mereka, sistem tarif parkir per jam sangat memberatkan. Keluarga dan kerabat pasien mengaku keberatan dengan tingginya tarif parkir yang diterapkan. Apalagi kalau mereka sedang menemani atau menjaga keluarganya yang tengah dirawat di rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta tersebut. "Sangat mahal. Ini kan rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta. Harusnya tarif parkir tidak semahal ini," keluh Saiman (29), salah satu keluarga pasien, Jumat (2/10). Menurut Saiman, tidak sepatutnya rumah sakit justru membebani dengan biaya tinggi kepada keluarga pasien, terlebih mengenai tarif parkir. Hal senada diungkapkan Harum (30), yang sedang menunggu kerabatnya yang tengah dirawat di rumah sakit tersebut. "Saya sangat keberatan dengan tarif parkir yang mahal," cetusnya. Berdasarkan pantau

Hasil Panen Padi Petani Rorotan Turun 50 Persen

Sumber: beritajakarta.com Cuaca ekstrem yang terjadi di Ibukota beberapa waktu belakangan ini membuat hasil panen padi para petani di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara mengalami penurunan.