Langsung ke konten utama

30 Persen Pedagang Setujui Revitalisasi Pasar Senen

Sumber: beritajakarta.com
Revitalisasi Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang beberapa waktu lalu terbakar akan dilakukan PD Pasar Jaya. Namun, dari 2.260 tempat usaha yang ada baru sekitar 30 persen pedagang setuju.  Padahal, untuk dapat melakukan revitalisasi syarat yang harus dipenuhi yakni mendapatkan persetujuan dari 60 pedagang eksisting.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis mengatakan, sosialisasi kepada pedagang baru dilakukan selama dua pekan. Hasilnya baru 30 pesen pedagang yang setuju dengan revitalisasi tersebut. Ditargetkan dua pekan ke depan syarat 60 pedagang setuju sudah bisa terpenuhi. Sehingga revitalisasi pasar bisa segera dilakukan.
"Kami sedang lakukan door to door sekarang. Ada sekitar 2.260 tempat usaha, pedagangnya nggak sampai jumlah itu. Baru sekitar 30 persen setuju. Mudah-mudahan bulan depan selesai, tapi kalau kami tidak dapat 60 persen bisa jadi mundur," kata Djangga, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (29/4).
Ditargetkan setelah Lebaran, revitalisasi sudah bisa dimulai. Namun, karena melihat kondisi bangunan yang rawan, pedagang akan dipindahkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).
"Persoalannya ini pasarnya sudah rawan. Saya mengharapkan jika dibangun setelah Lebaran pedagang yang ada sudah harus pindah. Saya takut kalau terjadi (roboh) bisa melukai pedagang," ucapnya.
Ia menyebut, anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi Pasar Senen mencapai Rp 400 miliar. Semula PD Pasar Jaya berencana bekerja sama dengan pengembang. Karena ada saran dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat, akhirnya pembangunan akan dilakukan dengan menggunakan anggaran sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

BPPBJ Gelar Sosialisasi Inpassing Jabatan Fungsional Pengelola PBJ

Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta menggelar sosialisasi penyesuaian atau inpassing jabatan fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Sosialisasi tersebut diikuti 60 pejabat PBJ dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPBJ DKI Jakarta, Blessmiyanda mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memfasilitasi pejabat PBJ terkait hak-hak mereka sebagai seorang profesional dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa.

"Inpassing ini merupakan penyesuaian dari jabatan umum atau pelaksana menjadi jabatan fungsional," ujarnya, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/9).

Blessmiyanda menjelaskan, di BPPBJ sendiri untuk kelompok kerja (Pokja) pengadaan barang dan jasa sudah hampir semuanya lulus jabatan fungsional. Sedangkan, ratusan pejabat pengadaan yang ada di SKPD justru belum menjadi pejabat fungsional.

"Untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa mem…