Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan membutuhkan pendampingan dari polisi dan TNI dalam memberantas praktek eksploitasi anak Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
"Eksploitasi itu terjadi di gubuk-gubuk liar, di permukiman. Kita menghalau yang ada di permukaan seperti di jalan-jalan. Tapi kalau terkait dengan kriminal itu kepolisian "
"Sampai dengan sekarang belum ada pendampingan TNI dan Polri, yang justru sangat diperlukan untuk mengungkap permasalahan seperti ini. Eksploitasi itu terjadi di gubuk-gubuk liar, di permukiman. Kita menghalau yang ada di permukaan seperti di jalan-jalan. Tapi kalau terkait dengan kriminal itu kepolisian," ujar Mursidin Nasir, Kepala Sudin Sosial Jakarta Selatan, Senin (28/3).
Menurut Mursidin, pihaknya selama ini sudah berupaya untuk mengurangi atau meminimalisir eksploitasi anak oleh orang atau pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain penghalauan di sejumlah ruas jalan, pembinaan di panti sosial juga dilakukan.
"Pengemis sejenis ini sebenarnya telah lama ada. Oleh karenanya keberadaan P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan bertugas menghalau, membina, memberikan pengertian dan memberikan pelayanan untuk meminimalisir keberadaan mereka di jalan raya serta permukiman penduduk," ucap Mursidin.
Dikatakan Mursidin, assessment yang diberikan di panti sosial terhadap pengemis atau anak jalanan bersifat menyeluruh. Menurutnya, anjal di Jakarta ada dua kategori, ada yang karena tekanan ekonomi dan ada juga karena dipaksa mengemis.
"Mereka di panti selama assessment 21 hari setelah itu dirujuk ke panti binaan yang sesuai latar belakang ekonomi dan usia. Karena latar belakangnya ekonomi, ada orang yang memanfaatkan yang bersangkutan," tutur Mursidin.
Dia berharap Dinas Sosial dan aparat kepolisian bisa bersinergi menyelesaikan persoalan eksploitasi anak ini. Dia mengibaratkan kasus seperti ini layaknya gunung es.
"Gunung es, yang nampak dipermukaan sangat sedikit. Mudah-mudahan dengan ditemukannya kasus di Jakarta Selatan tidak ada lagi eksploitasi anak jalanan karena Dinas Sosial memiliki panti untuk membina mereka," tandas Mursidin.
Sumber: Beritajakarta.com

Komentar
Posting Komentar