Langsung ke konten utama

Ini Cara Agar Tarif Angkutan Umum Seragam

Sumber: beritajakarta.com
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyerahkan masalah tarif angkutan umum kepada organisasi angkutan daerah (organda). Namun, apabila semua angkutan umum sudah dibawah PT Transjakarta, maka Pemerintah Provinsi akan mengambil alih penetapan tarif itu.
"BBM tanya sama mereka (Organda) saja lah. BBM turun, ngga turun tarif, pengalaman kami begitu," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (31/3).
Saat ini PT Transjakarta tengah mengajak para pengusaha angkutan umum untuk bergabung. Mereka akan dibayar rupiah perkilometer, seperti sistem yang sudah diterapkan saat ini.
"Gini saja deh, kami sudah putuskan tidak mungkin membiarkan transportasi umum kepada swasta yang pegang. Karena mereka nggak ada toleransi, kami mau subsidi juga susah," tegasnya.
Menurut Basuki, ke depan jika masih ada angkutan yang belum mau bergabung, mereka akan bersaing dengan PT Transjakarta. Basuki telah menetapkan tarif sebesar Rp 3.500 untuk semua angkutan umum.
"Jadi win -win solution yang kami tawarkan adalah rupiah per kilometer. Semua rute bus di dalam kota mau kami ambil alih. Kalau mau sanggup bersaing, silakan bersaing. Nggak mungkin sanggup, silakan bergabung rupiah per kilometer," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).