Langsung ke konten utama

Flyover Semanggi Bisa Urai Kemacetan

Polda Optimis, Pembangunan Flyover Semanggi Urai Kemacetan
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Risyapudin merespons  positif rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan membangun ulang Flyover (FO) Semanggi. Pembangunan flyover tersebut diyakini efektif mengurai kemacetan arus lalu lintas di ruas Jalan Gatot Subroto dan Jalan Jenderal Sudirman.

" Kita optimis ini akan efektif atasi kemacetan lalu lintas. Sebab ini sudah dilakukan survei dan penelitian dari para pakarnya"
"Kita optimistis ini akan efektif atasi kemacetan lalu lintas. Sebab ini sudah dilakukan survei dan penelitian dari para pakarnya," ujar Risyapudin, usai peresmian program pembuatan SIM C gratis di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (31/3).
Ia mengatakan, persoalan kemacetan di kawasan Semanggi terbilang sangat kompleks. Sebab di kawasan itu banyak titik-titik yang menjadi simpul kemacetan. Baik jalur dari arah timur ke barat dari arah selatan ke utara dan sebaliknya.
Rencananya pembangunan flyover itu akan menambah dua jalur jalan. Tepatnya dari arah timur Jalan Gatot Subroto langsung menuju ke Jalan Sudirman arah Bundaran HI. Sehingga kendaraan nantinya tidak lagi melintas melalui kupingan yang ada saat ini.Demikian halnya dari arah barat Jl Gatot Subroto akan langsung menuju Jl Sudirman arah Kebayoran.
Selama ini, kendaraan dari arah Jalan Gatot Subroto menuju Jalan Jenderal Sudirman, harus melewati kupingan yang ada di flyover Semanggi. Kondisi ini menjadi pemicu kemacetan arus lalu lintas. Apalagi di kawasan ini banyak simpul-simpul kemacetan lalu lintas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.