Langsung ke konten utama

Pelamar Pengelola RPTRA di Jakut Membludak

Pelamar Calon Pengelola RPTRA di Jakut Membludak
Sumber: beritajakarta.com
Antusiasme pelamar calon pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) tahap tiga di Jakarta sangat tinggi. Berdasarkan data lamaran online dan tertulis, tercatat sebanyak 864 pelamar.

Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara hanya membutuhkan 186 orang, di mana setiap RPTRA yang tersebar di 16 kelurahan akan diisi enam pengelola.
"Itu menandakan bahwa secara tidak langsung masyarakat ikut peduli dan ingin ambil andil dalam mengelola RPTRA," ungkap Rusdiyanto, Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Utara, ketika memimpin Rapat Rekonfirmasi Calon Pengelola RPTRA di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (29/9).
Ditambahkan Rusdiyanto, membludaknya pelamar calon pengelola, membuktikan RPTRA secara cepat bisa diterima masyarakat. Diharapkan, RPTRA ini bisa memenuhi kebutuhan akan ruang terbuka hijau dan interaksi sosial.
"Nantinya, pengelola yang terpilih diharapkan bisa bekerja sama dengan baik dan melahirkan ide-ide kreatif," tandas Rusdiyanto.
Lebih lanjut, hasil dari proses rekonfirmasi akan dibawa ke tingkat Provinsi untuk ditindaklanjuti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

68 PNS DKI Belum Registrasi e-PUPNS

Badan Kepagawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mencatat ada  1.848 pegawai negeri sipil (PNS) yang tak melakukan pendataan ulang PNS secara elektronik (e-PUPNS). Dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya 68 di antara yang tidak diketahui keterangannya. Sementara lainnya sudah pensiun, diberhentikan dari PNS, meninggal, dan lain sebagainya.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…