Langsung ke konten utama

Warga Bukit Duri Hanya Miliki Bukti Jual Beli

Warga Bukit Duri Hanya Miliki Bukti Jual Beli
Sumber: beritajakarta.com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengecek surat kepemilikan lahan warga Bukit Duri, Jakarta Selatan. Ternyata hanya ada bukti jual beli bangunan di atas lahan negara.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan hal itu juga terjadi di Kampung Pulo saat pihaknya akan merelokasi warga.
"Ya memang ada yang pegang surat, tapi saya tanya kan suratnya apa? Ternyata jual beli bangunan di atas tanah negara," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (9/9).
Sesuai dengan peta zaman Belanda, lebar Sungai Ciliwung mencapai 60 meter. Namun sekarang hanya tersisa 10 meter saja. Artinya sebagian badan sungai diakuisisi oleh warga untuk permukiman.
"Sekarang sungai sudah jelas 60 meter, tapi tinggal lima meter hingga 10 meter. Berarti anda melakukan reklamasi tanpa izin," ujarnya.
Basuki menambahkan, normalisasi sungai dilakukan untuk mengembalikan lagi lebar sungai. Tujuannya untuk mengurangi banjir di beberapa titik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyediakan rumah susun (rusun) sebagai tempat relokasi warga.
Sementara terkait beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang melakukan protes dengan rencana relokasi warga, Basuki tak ambil pusing. Menurutnya jika mereka melakukan protes, seharusnya bisa memberikan solusi lainnya.
"Mereka boleh protes sama saya tapi kasih saya solusi dong," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

68 PNS DKI Belum Registrasi e-PUPNS

Badan Kepagawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mencatat ada  1.848 pegawai negeri sipil (PNS) yang tak melakukan pendataan ulang PNS secara elektronik (e-PUPNS). Dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya 68 di antara yang tidak diketahui keterangannya. Sementara lainnya sudah pensiun, diberhentikan dari PNS, meninggal, dan lain sebagainya.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.