Kondisi Terminal Bus Rawamangun, Jakarta Timur saat ini belum bisa
dimasuki oleh bus-bus AKAP yang berukuran besar. Terminal yang baru
direhab total setahun lalu ini hanya bisa dimasuki oleh bus ukuran
kecil. Alhasil masih banyak bus besar yang ngetem di Jl Pegambiran dan
Jl Perserikatan.
Kondisi ini pula yang membuat Gubernur DKI Jakarta,
Basuki Tjahaja Purnama berang dan akan menggugat konsultan proyek
pembangunan terminal tersebut.
![]() |
| Sumber: Beritajakarta.com |
Pantauan di lapangan, Senin (25/5) sore, banyak bus AKAP parkir
di pinggir jalan dan di mulut keluar terminal. Hal ini terjadi karena
koridor yang dilintasi sangat sempit dan terlalu tajam untuk menikung.
Kasubag
TU UP (Unit Pengelola) Terminal Rawamangun, Didi Supardi menjelaskan,
kondisi koridor menikung tajam karena di dekat tikungan terdapat kantor
Sudin Perhubungan Jakarta Timur.
"Rencananya kantor sudin itu akan
dibongkar namun itu kewenangan pihak BPKAD (Badan Pengelola Keuangan
Aset Daerah) karena menyangkut aset Pemda. Kantor sudin nantinya akan
dipindah ke gedung baru, satu atap dengan terminal," ujar Didi, Senin
(25/5).
Selain masalah jalur perlintasan bus, terminal ini
juga memiliki masalah lain yakni adanya kendala pada daya listrik yang
ada tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik di terminal ini.

Komentar
Posting Komentar