Langsung ke konten utama

Bikin Kumuh, 30 Bangunan di Krukut Dibongkar

Sumber: beritajakarta.com
Sebanyak 30 lebih bangunan liar di sepanjang Jalan Keutamaan dan Kebahagian, Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, dibongkar petugas. Penertiban dilakukan karena selama ini lahan ditempati para pedagang, dan nantinya akan dikembalikan fungsinya menjadi taman. Dengan dibongkarnya bangunan tersebut, juga akan memudahkan petugas untuk melakukan normalisasi saluran.
Lurah Krukut, Edi Hasan mengatakan, penertiban bangunan liar yang umumnya dijadikan sebagai warung itu dilakukan karena keberadaannya sudah membuat kawasan tersebut jadi kumuh. Selain itu, keberadaan lapak para pedagang juga berdiri di jalur taman. Akibatnya, menyulitkan petugas untuk melakukan normalisasi saluran mengingat kawasan tersebut rawan tergenang air saat musim hujan.
“Keberadaan bangunan liar tersebut sudah cukup lama dan membuat kawasan tersebut jadi tampak kumuh, serta menyulitkan petugas untuk melakukan normalisasi saluran. Untuk itu agar tertib dan indah, maka kami bongkar,” ujar Edi, Selasa (24/3).
Sebelum melakukan pembongkaran yang dilakukan sekitar 25 petugas Satpol PP, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan sosialisasi pada pemilik warung agar segera membongkar sendiri bangunannya. Namun, karena tetap membandel akhirnya dibongkar paksa petugas.
“Sebelumnya juga sudah ada pemilik lapak yang membongkar sendiri lapaknya. Pembongkaran berjalan kondusif,” ucap Edi.
Pasca pembongkaran, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Sudin Bina Marga, Sudin PU Tata Air dan Sudin Pertamanan dan Pemakaman untuk segera melakukan pengerukan saluran dan memperbaiki jalan pada dua titik tersebut yang banyak mengalami kerusakan.
“Untuk Sudin Pertamanan dan Pemakaman kami meminta agar segera dilakukan penataan, dibuat taman hingga kawasan tersebut jadi indah dan asri,” kata Edi.
Suryani (42) pemilik warung nasi yang dibongkar menuturkan, dirinya sudah berdagang di Jalan Kebahagian selama lima tahun. Dia menempati lahan tersebut karena saat itu kosong dan lokasinya strategis.
“Saya sih iklas saja, karena memang sudah diberitahu oleh pihak kelurahan. Saya sadar kalau tempat saya berjualan salah, berada di jalur taman,” tandas Suryani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.