Langsung ke konten utama

30 Sekolah di DKI Siap Gelar UN Online

Sumber: beritajakarta.com
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan uji coba ujian nasional (UN) online pada tahun ini. Di ibu kota, ada 30 sekolah yang siap melaksanakan UN online tersebut. Hal ini dikarenakan sebagian besar sekolah belum siap karena tidak memiliki perlengkapan yang memadai, seperti komputer dan jaringan internet.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, ke-30 sekolah yang siap melaksanakan UNonline, terdiri dari satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), tiga Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 26 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). "Di Jakarta ada 30 sekolah yang akan melakukan UN secara online," kata Arie, Rabu (25/3).
Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto menuturkan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan, khususnya pelatihan terhadap siswa yang akan melakukan UN online. Sebab, sistem tersebut baru diterapkan mulai tahun ini sehingga menjadi hal yang baru bagi siswa. “Beberapa sekolah sudah melakukan pelatihan,” ucapnya.
Dia menyebutkan hanya satu sekolah yang benar-benar memenuhi standar kelayakan dari Kemendikbud, yakni SMPK Penabur 2 Jakarta Utara. Sedang sekolah lainnya masih dalam tahap persiapan dan penyempurnaan. Sekolah yang belum memenuhi standar tetap menggunakan sistem manual dengan kertas.
Peserta ujian diberi waktu selama 190 menit. Tim evaluasi dan pengawas akan dikerahkan dari Kemendikbud untuk mengawasi jalannya ujian. “Berdasarkan anak-anak yang sudah mengikuti latihan ujian online akan lebih simpel karena tinggal klik. Kalau pakai kertas terkadang waktu habis untuk melingkari, dan risiko kertas sobek dan tidak terbaca komputer lebih besar,” ungkapnya.
Sementara itu, Dinas pendidikan mengaku sudah mempersiapkan kemungkinan pemadaman listrik. Pihaknya telah bersurat kepada PLN untuk menjaga pasokan listrik ke setiap sekolah saat ujian berlangsung. Sebab pada UN untuk siswa SMP dan SMA ada materi mendengarkan pada mata pelajaran Bahasa Inggris. “Kami sudah minta perhatian pada hari ujian tidak ada pemadaman listrik,” tukasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.