Langsung ke konten utama

90 Mesin Terminal Parkir Elektronik Dipasang di Kelapa Gading

Jakpus Tambah 3 Titik Pantau PMKS
Sumber: beritajakarta.com
Sebanyak 90 mesin Terminal Parkir Elektronik (TPE) dipasang di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pemasangan mesin tersebut bukanlah yang pertama di Jakarta. Sebelumnya, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI juga telah memasang 11 alat serupa di Jalan H Agus Salim atau Jalan Sabang, Jakarta Pusat. 
Pemberlakuan sistem parkir elektronik di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, ini berdasarkan evaluasi pendapatan parkir di Jalan H Agus Salim, yang menjadi lebih besar dengan menggunakan sistem tersebut.
Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perparkiran DKI Jakarta, Sunardi Sinaga mengatakan, TPE yang mulai berlaku hari ini diharapkan dapat menekan kebocoran pendapatan parkir.
"Kita juga dapat mengurangi tindakan kriminal, seperti pemerasan di pinggir jalan dan penataan lalu lintas dapat lebih tertib," ujarnya, Rabu (25/3).
Ia menyebut, 90 unit TPE dipasang di sepanjang Jalan Boulevard Raya, baik di kiri dan kanan yang panjang jalannya 5,6 kilometer. Nantinya, pemilik kendaraan yang parkir akan melakukan pembayaran melalui kartu uang elektronik yang diterbitkan oleh bank-bank mitra seperti Bank BCA, Bank DKI, Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri dan Bank Mega.
Untuk tarif parkir pemilik kendaraan roda 4 akan dikenakan biaya Rp 5000 per jam dan untuk kendaraan roda 2 akan dikenakan biaya Rp 2000 per jam.
"Caranya mudah. Pengguna parkir cukup membeli Kartu isi ulang di bank-bank mitra untuk parkir dan mengisi saldo pada kartu tersebut. Di saat parkir baca panduan di TPE yaitu dengan menempelkan kartu pada reader, memilih tipe kendaraan, masukan no pol, masukan durasi parkir dan akan keluar biaya parkir. Struk jangan dibuang sebagai bukti kepada juru parkir," jelasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.