![]() |
| Sumber: beritajakarta.com |
"Pihak laki-laki sudah bekerja sebagai pegawai di steam motor sehingga dia mempunyai penghasilan sendiri. Mereka berdua sudah memiliki keterampilan yang bisa menjadi modal mereka untuk hidup mandiri," ujar Prayitno, Selasa (24/5).
Kedua penyandang disabilitas rungu wicara tersebut menurutnya dipertemukan melalui perjodohan. Fulani memiliki teman sesama WBS yang mempertemukan dan karena Wandi sudah memiliki penghasilan, mereka sepakat untuk melangsungkan pernikahan.
"Ini bagian dari pemberian hak-hak terhadap mereka, dengan memperlakukan mereka layaknya manusia normal dan karena keterbatasan mereka bukanlah halangan agar mereka bisa mandiri dan hidup bahagia," tandasnya.

Komentar
Posting Komentar