Langsung ke konten utama

DKI-Casablanca Revitalisasi Kerja Sama Kota Kembar

Sumber: beritajakarta.com
Bertepatan dengan perayaan 25 tahun kerja sama kota kembar Jakarta-Casablanca, Pemerintah Provinsi DKI (Pemprov DKI) dan Pemerintah Kota Casablanca, Maroko, menyelenggarakan Penandatanganan MoU Revitalisasi Kerja Sama, bertempat di Kantor Wali Kota Casablanca pada tanggal 27 Mei 2016 lalu.

MoU ditandatangani oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Catur Laswanto dengan Wakil Wali Kota Casablanca Bidang Hubungan Luar Negeri Hakima Fasly dan disaksikan Duta Besar KBRI Rabat, ED Syarief Syamsuri serta Wali Kota Casablanca, Abdelaziz El Oumari.
Selepas Penandatangan MoU, Pemprov DKI menyampaikan seminar singkat bertema "Revitalisasi Kerjasama Kota Kembar Jakarta-Casablanca". Dalam hal ini, Catur menegaskan, kerja sama akan menguntungkan untuk kedua belah pihak.
"Di Jakarta terdapat Jalan Kasablanka yang merupakan salah satu jalan utama di Kota Jakarta. Jalan ini juga merupakan kawasan elit Jakarta dimana dibangun banyak mal-mal besar dan apartemen-apartemen mewah," kata Catur.
Dalam hal ini, Wali Kota Casablanca, Abdelaziz El Oumari mengatakan, salah satu bentuk hubungan Jakarta dan Casablanca ditandai dengan adanya dua Mesjid terbesar yaitu Mesjid Hassan II Casablanca, mesjid terbesar di Afrika Utara dan Mesjid Istiqlal Jakarta, mesjid terbesar se-Asia Tenggara.
El Oumari juga menjelaskan, langkah ini dapat dilanjutkan untuk merealisasikan tentang MoU sister City.
"Pemerintah Kota Casablanca akan memenuhi undangan Gubernur Jakarta untuk melakukan kunjungan dan merealisasikan impelementasi MoU Sister City Jakarta-Casablanca," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…