Langsung ke konten utama

25 Ribu Bibit Ikan Ditebar di Waduk Rawa Buaya

Sebanyak 25 ribu ekor bibit ikan ditebar di Waduk Rawa Buaya, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (27/5). Jenis ikan yang ditebar di waduk seluas 1,6 hektare ini yakni nila kuning dan hitam.


"Berdasarkan hasil pengecekan, dari 11 waduk yang ada di Jakarta Barat, hanya ada delapan waduk, termasuk waduk Rawa Buaya yang memiliki kualitas air bagus untuk budidaya ikan "
Wali Kota Jakarta Barat, Anas Efendi mengatakan, penebaran bibit ikan di waduk merupakan bagian dari pemanfaatan lahan milik Pemprov DKI Jakarta. Dahulu, kondisi Waduk Rawa Buaya dipenuhi sampah.
"Sampah di dalam waduk telah dibersihkan terlebih dahulu. Berdasarkan hasil pengecekan, dari 11 waduk yang ada di Jakarta Barat, hanya ada delapan waduk, termasuk waduk Rawa Buaya yang memiliki kualitas air bagus untuk budidaya ikan," ujarnya.
Anas juga mengajak warga Rawa Buaya tidak lagi membuang sampah maupun limbah ke dalam waduk agar keberadaan ikan yang telah ditebar dapat dirasakan manfaat di masa mendatang.
"Kalau ikannya sudah besar, bisa dipancing oleh warga. Ikannya tidak akan habis diambil," ucapnya.  
Sementara Kepala Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Darjamuni mengungkapkan, penebaran puluhan ribu bibit di waduk juga telah dilakukan di sejumlah wilayah lain.
"Penebaran bibit ikan di waduk yang ada di wilayah Jakarta Utara dan Timur juga sudah ditebar. Kepulauan seribu juga kami tebar ikan di sana. Kami minta warga tidak mengambil ikan menggunakan jala atau jaring, hanya boleh dipancing saja," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…