Langsung ke konten utama

RPTRA RBU untuk Memupuk Solidaritas Warga

RPTRA RBU untuk Memupuk Solidaritas WargaWakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta agar keberadaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang saat ini terus diperbanyak jadi ajang tempat bermaian anak-anak yang aman dan nyaman. Selain itu juga bisa jadi tempat memupuk solidaritas antar sesama.

"Keberadaan RPTRA dapat jadi tempat menumbuhkan kembali solidaritas antar sesama "
"Saat ini, dengan kondisi kota Jakarta yang majemuk dan sibuk sudah membuat ikatan solidaritas antar sesama mulai sangat berkurang. Keberadaan RPTRA dapat jadi tempat menumbuhkan kembali solidaritas antar sesama," ujar Djarot, usai meresmikan RPTRA Rawa Badak Utara (RBU), di Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis (26/5).
RPTRA RBU memiliki luas lahan 2.000 meter persegi dengan fasilitas seperti lapangan futsal, ruang pelatihan Cakra Kembar, PKK Mart, ruang baca Chesa, ruang sekretariat PKK, ruang laktasi dan dua toilet. Selain itu ada lahan hijau yang ditanami tanaman obat.
"Ini bisa juga dimanfaatkan oleh para ibu-ibu untuk berkreasi agar kembali terjalin harmonisasi hubungan antar sesama," tandas Djarot.
Perihal soal perlengkapan olah raga, seperti untuk main futsal yang saat ini belum ada, Jorot berjanji Pemrov DKI akan segara memberikan bantuan peralatan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

BPPBJ Gelar Sosialisasi Inpassing Jabatan Fungsional Pengelola PBJ

Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta menggelar sosialisasi penyesuaian atau inpassing jabatan fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Sosialisasi tersebut diikuti 60 pejabat PBJ dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPBJ DKI Jakarta, Blessmiyanda mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memfasilitasi pejabat PBJ terkait hak-hak mereka sebagai seorang profesional dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa.

"Inpassing ini merupakan penyesuaian dari jabatan umum atau pelaksana menjadi jabatan fungsional," ujarnya, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/9).

Blessmiyanda menjelaskan, di BPPBJ sendiri untuk kelompok kerja (Pokja) pengadaan barang dan jasa sudah hampir semuanya lulus jabatan fungsional. Sedangkan, ratusan pejabat pengadaan yang ada di SKPD justru belum menjadi pejabat fungsional.

"Untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa mem…