Langsung ke konten utama

RPTRA RBU untuk Memupuk Solidaritas Warga

RPTRA RBU untuk Memupuk Solidaritas WargaWakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta agar keberadaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang saat ini terus diperbanyak jadi ajang tempat bermaian anak-anak yang aman dan nyaman. Selain itu juga bisa jadi tempat memupuk solidaritas antar sesama.

"Keberadaan RPTRA dapat jadi tempat menumbuhkan kembali solidaritas antar sesama "
"Saat ini, dengan kondisi kota Jakarta yang majemuk dan sibuk sudah membuat ikatan solidaritas antar sesama mulai sangat berkurang. Keberadaan RPTRA dapat jadi tempat menumbuhkan kembali solidaritas antar sesama," ujar Djarot, usai meresmikan RPTRA Rawa Badak Utara (RBU), di Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis (26/5).
RPTRA RBU memiliki luas lahan 2.000 meter persegi dengan fasilitas seperti lapangan futsal, ruang pelatihan Cakra Kembar, PKK Mart, ruang baca Chesa, ruang sekretariat PKK, ruang laktasi dan dua toilet. Selain itu ada lahan hijau yang ditanami tanaman obat.
"Ini bisa juga dimanfaatkan oleh para ibu-ibu untuk berkreasi agar kembali terjalin harmonisasi hubungan antar sesama," tandas Djarot.
Perihal soal perlengkapan olah raga, seperti untuk main futsal yang saat ini belum ada, Jorot berjanji Pemrov DKI akan segara memberikan bantuan peralatan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Tipar Cakung Raya Marak PKL

Sumber: beritajakarta.com Pedagang kaki lima (PKL) semakin marak di sepanjang Jalan Tipar Cakung Raya, Sukapura, Jakarta Utara. Lapak-lapak PKL digelar di atas trotoar kiri kanan jalan. Dari pantauan Beritajakarta.com , lapak PKL sangat mengganggu pejalan kaki yang melewati trotoar. Bahkan, ada juga lapak yang berada di bahu jalan. Sehingga sering menghambat arus lalu lintas di jalan tersebut. Terkait hal ini, Lurah Sukapura, Supardi mengatakan, PKL di sisi kanan dan kiri Jalan Tipar Cakung Raya telah ada sejak lama. Ia pun mengaku kesulitan menertibkan PKL, karena banyak yang juga merupakan warga sekitar. "Sulit, PKL‎ di sana itu banyakan warga sini juga," ucapnya, Senin (12/10). Namun Supardi akan segera membawa permasalahan PKL ke rapat pimpinan (Rapim) Pemerintah Kota (Pemkot) AdministrasiJakarta Utara. "Mudah-mudahan dari sana akan ada jawaban dan tindak lanjut yang jelas," tandasnya‎.

Keluarga Pasien Protes, Tarif Parkir RSUD Koja Mahal

Sumber: beritajakarta.com Para pembesuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, mengeluhkan sistem tarif parkir yang diterapkan di rumah sakit tersebut. Menurut mereka, sistem tarif parkir per jam sangat memberatkan. Keluarga dan kerabat pasien mengaku keberatan dengan tingginya tarif parkir yang diterapkan. Apalagi kalau mereka sedang menemani atau menjaga keluarganya yang tengah dirawat di rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta tersebut. "Sangat mahal. Ini kan rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta. Harusnya tarif parkir tidak semahal ini," keluh Saiman (29), salah satu keluarga pasien, Jumat (2/10). Menurut Saiman, tidak sepatutnya rumah sakit justru membebani dengan biaya tinggi kepada keluarga pasien, terlebih mengenai tarif parkir. Hal senada diungkapkan Harum (30), yang sedang menunggu kerabatnya yang tengah dirawat di rumah sakit tersebut. "Saya sangat keberatan dengan tarif parkir yang mahal," cetusnya. Berdasarkan pantau

Hasil Panen Padi Petani Rorotan Turun 50 Persen

Sumber: beritajakarta.com Cuaca ekstrem yang terjadi di Ibukota beberapa waktu belakangan ini membuat hasil panen padi para petani di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara mengalami penurunan.