Senin, 18 Juli 2016

Aksi Pemerasan di Sekolah Harus Dilaporkan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta kepada seluruh siswa melaporkan jika ada tindakan pemerasan, baik dari senior maupun oknum guru. Identitas pelapor akan di rahasiakan.


" Kami akan kasih sanksi tegas siapa yang palak, kami akan panggil yang memalak, dan kami akan lindungi siapa yang lapor, pasti itu ya"
"‎Dimasa lalu, palak memalak memang ada seperti itu. Kalau ada palak-palak seperti itu tolong, siswa kan pasti lapor orangtua, orangtuanya jangan segan lapor ke kami," kata Djarot di SMAN 70, Jakarta Selatan, Senin (18/7).
Kepada pelajar yang kedapatan melakukan pemerasan kepada pelajar lainnya, kata Djarot pelajar tersebut akan dijatuhi sanksi yang tegas. Sehingga pelajar tersebut tidak lagi mengulang perbuatannya itu.
"‎Kami akan kasih sanksi tegas siapa yang palak, kami akan panggil yang memalak, dan kami akan lindungi siapa yang lapor, pasti itu ya. Kami akan tangani, jangan sampai terjadi palak-memalak di lingkungan sekolah‎," tegasnya.
Djarot menambahkan, orangtua pelajar harus turut serta menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) di lingkungan sekolah Ibukota. Caranya, melakukan komunikasi yang intensif dengan anaknya, sehingga tercipta keterbukaan informasi dari anak tersebut.
"‎Jadi kuncinya adalah keterbukaan anak pada orangtua. Dan orangtua bisa menyampaikan keluhan yang dirasakan anak di sekolah ke kami. Dengan begitu, kami bisa mengambil tindakan," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar