Langsung ke konten utama

Proses Penggajian PHL Jadi Penilaian Pejabat

Masalah penggajian pekerja harian lepas (PHL) yang selalu terlambat setiap tahunnya diminta menjadi perhatian seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).


" Kepada PHL anda saja tidak ada empati, bagaimana nantinya ke warga. Kalau memang tidak peduli dan terus terjadi, pejabatnya kita stafkan"
"Bagi pejabat yang selalu terlambat gaji PHL-nya bisa distafkan. Saya tidak mau dengar lagi ada keterlambatan," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta saat rapat pimpinan, di Balai Kota DKI, Senin (29/2).
Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor landasan kerja bagi pejabat yang memiliki PHL. Mereka dinilai akan sulit peduli kepada warga jika nasib pekerja mereka sendiri tidak dipedulikan.
"Kepada PHL anda saja tidak ada empati, bagaimana nantinya ke warga. Kalau memang tidak peduli dan terus terjadi, pejabatnya kita stafkan," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.