Langsung ke konten utama

6 Titik di Jaktim Masih Tergenang

Hujan Deras Semalam, Sisakan 6 Titik Genangan
Kasatlak Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Timur, Iwan Samosir mengatakan, akibat hujan yang mengguyur sejak Rabu (24/2) malam hingga Kamis (25/2) pagi ini dibeberapa jalan timbul genangan.

"Kami sedang upayakan mengeringkan menggunakan pompa 
Titik genangan diantaranya teroantau di permukiman warga RT 18/07 Cakung Barat dengan ketinggian 50 sentimeter. Lalu ada di RW 03 dan 04 Cipinang Melayu, setinggi 10-20 sentimeter. "Kalau yang di Cipinang Melayu luapan dari Kali Sunter," ujarnya.
Selain itu, di RW 03 Kampung Pulo setinggi 20-30 sentimeter akibat genangan lokal, bukan luapan Ciliwung. Genangan timbul karena ada proses pembuatan tanggul sehingga air tidak mengalir maksimal di saluran air yang ada.
"Ketiga lokasi ini hingga pukul 09.00 masih terdapat genangan. Kami sedang upayakan mengeringkan menggunakan pompa mobile. Kalau cuaca terang, dalam waktu 1-2 jam bisa surut. Namun kalau hujan lagi, ya bisa lama lagi surutnya," ucap Iwan.
Sementara, tiga titik genangan lainnya adalah di Jalan Swadaya Pos Pulogebang, Cakung tepatnya di RT 09/04 dan RT 05/04, dengan ketinggian sekitar 30-40 sentimeter. Kemudian di  Jalan H Taiman Barat 1, RW 02, Gedong, Pasar Rebo, setinggi 30 sentimeter.
Ada juga genangan di Jalan Muhidin RW 03 Dukuh, Kramat Jati, setinggi 30-40 sentimeter. "Namun di tiga lokasi terakhir itu sudah surut sekitar pukul 03.00 hingga pukul 04.00. Genangan lokal timbul karena hujan sangat deras semalaman," tandas Iwan.
Menurutnya, untuk mengatasi genangan di Cakung Barat RT 18/07, dikerahkan dua pompa mobile, milik Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan serta milik sebuah perusahaan swasta. Genangan dibuang ke anak Kalimalang yang ada di sekitarnya. Sedangkan di Kampung Pulo, genangan dipompa dan dibuang ke Kali Ciliwung, menggunakan dua pompa milik Sudin Tata Air dan milik Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.