Langsung ke konten utama

Genangan di Cakung Barat Belum Surut

Banjir di Cakung Barat Belum Surut
Genangan di RW 07 Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, sudah terjadi sejak Rabu (24/2) pukul 22.00. Namun hingga Kamis (25/2) pukul 11.00 belum juga surut. Selain kondisinya di daerah cekungan, saluran air juga tidak pernah dinormalisasi.

"Dulu akhir tahun 2014 juga pernah banjir mencapai satu setengah meter. Air baru surut seminggu kemudian. Kalau sekarang kan baru mulai, belum tahu kapan surutnya "
Ishak (43), salah satu warga RT 18/07 Cakung Barat menuturkan, air menggenangi rumahnya sejak pukul 22.00 dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Ia sudah mempersiapkan diri untuk memindahkan perabot rumah tangganya ke atas loteng sejak malam hari. Akan tetapi, Ia bersama warga lainnya tidak ada yang mengungsi.
"Dari semalam sudah diberitahu akan ada banjir. Ya kami langsung beres-beres mengamankan perabot agar tidak terkena banjir," ujar Ishak, Kamis (25/2).
Kondisi terparah di RT 18, ketinggian genangan mencapai 70 sentimeter. Sedangkan di  RT 12, RT 14, RT 17 dan RT 08 ketinggian hanya sekitar 30-50 sentimeter.
"Dulu akhir tahun 2014 juga pernah banjir mencapai satu setengah meter. Air baru surut seminggu kemudian. Kalau sekarang kan baru mulai, belum tahu kapan surutnya," katanya.
Lurah Cakung Barat, Henrica Kuswardani mengatakan, sedikitnya ada sekitar 150 rumah yang tergenang di Rw 07, yang tersebar di lima RT. Yakni RT 17, RT 18, RT 10, RT 12, dan RT 08. Genangan rata-rata mencapai ketinggian 50-70 sentimeter. Sedangkan di RT 08 genangan setinggi 20-30 sentimeter.
"Karena kondisinya di daerah cekungan jadi RW 07 ini langganan banjir. Apalagi kalau Kali Cakung Drain naik, RW 06 08 dan 09 bisa tergenang juga. Terutama yang di bantaran kali," tandas Henrica.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.