Langsung ke konten utama

Putaran Jl Raya Tanjung Duren Utara Ditutup

Putaran di Jalan Raya Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, ditutup menggunakan Movable Concrette Barier (MCB) oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta. Sebab putaran tersebut menjadi salah satu penyebab kemacetan.
Wakil Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Teguh Hendrawan mengatakan, langkah penutupan diambil karena di lokasi sekitar merupakan jalan dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi. Sehingga jika ada kendaraan yang berputar, akan menghambat arus lalu lintas.
Sumber: Beritajakarta.com
"Keputusanya saya kira sudah tepat. Kan masyarakat sendiri yang mengusulkan, mereka mengeluh karena di lokasi ini dianggap sebagai biang macet selama 24 jam," ujar Teguh, saat meninjau lokasi penataan ruas putar arah di Tanjung Duren Utara, Jumat (30/10).
Kepala Sudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Barat, Tiodor Sianturi menambahkan, meski sudah resmi ditutup, namun hal tersebut masih proses uji coba selama dua minggu. Nantinya akan ada evaluasi untuk mengukur tingkat efisiensi lalu lintas.
"Memang sudah resmi ditutup, namun kita harus melakukan uji coba dulu. Misalnya dari panjang dua kilometer yang ditutup perlu tidak tambah menjadi tiga atau empat kilometer. Tapi kalau ini memberi dampak positif ya akan kita permanenkan," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id