Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, menggelar kegiatan pemantapan manajemen tanggap darurat dan logistik untuk aparat kelurahan dan kecamatan, di Balai Kota DKI.
![]() |
| Sumber: Beritajakarta.com |
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD DKI, Endang Achadiat mengatakan, kegiatan pemantapan manajemen tanggap darurat dan logistik ini diikuti 40 orang peserta dari aparat kelurahan dan kecamatan.
"Sasarannya petugas kecamatan dan kelurahan yang rawan bencana. Total pesertanya sebanyak 40 orang, dengan rincian 20 orang dari kelurahan dan 20 orang dari kecamatan," ujarnya, Kamis (29/10).
Kegiatan yang sudah digelar sejak Rabu (28/10) kemarin, bertujuan agar para aparat kelurahan dan kecamatan yang masuk kategori wilayah rawan bencana dapat satu persepsi mengelola logistik dan juga tanggap darurat di lapangan.
"Ini tahap kedua, yang pertama itu beberapa bulan lalu di tingkat suku dinas dan dinas. Jadi supaya berbagai elemen di pemerintahan satu paham sdalam manajemen logistik dan tanggap darurat," ucapnya.
Menurut Endang, dengan diselaraskannya Standar Operasional Prosedur (SOP), penanganan bencana di lapangan nantinya akan lebih mudah dan cepat. Terlebih dalam kegiatan ini, para peserta diberikan materi tentang bagaimana menangani pengungsi, mengelola bantuan sosial dan menangani psiko sosial dari pengungsi.
"Karena pengelolaan bantuan itu nanti harus satu pintu di satu lokasi. Selama dua hari ini, peserta diberi penyuluhan dulu. Setelah itu, dari Bidang Kesiapsiagaan akan memberikan simulasi atau praktek di lapangan," tandasnya.

Komentar
Posting Komentar