Langsung ke konten utama

DKI Terpilih Ikut Kompetisi We Love Cities

 Jakarta Masuk Kompetisi We Love Cities
Sebagai Ibukota negara, DKI Jakarta terpilih mengikuti kompetisi We Love Cities. Selain Jakarta, Kota Bogor dan Balikpapan juga masuk sebagai finalis kompetesi ini.

" Tahun lalu, Balikpapan menjadi The Most Loveable Sustainable City. Saya yakin merebut posisi lebih mudah dibandingkan dengan mempertahankan"
Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia, I Nyoman Iswara Yoga mengatakan, secara keseluruhan acara ini diikuti 46 kota dari 20 negara. Kota-kota yang berhasil masuk sebagai final merupakan hasil seleksi dai 126 kota yang berpartisipasi dalam ajang WWF Earh Hour City Challenge (EHCC).
"Tahun lalu, Balikpapan menjadi The Most Loveable Sustainable City. Saya yakin merebut posisi lebih mudah dibandingkan dengan mempertahankan," katanya saat peluncuran Kampanye We Love Cities di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (26/4).
Nyoman mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan memberikan saran atau usulan aksi-aksi nyata yang dapat dilakukan Pemerintah rovinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Selain menyumbangkan saran, masyarakat juga dapat melakukan vote melalui website www.welovecities.org. Masyarakat bisa juga menggunggah foto, video, teks, artikel, gambar ilustrasi atau jenis-jenis konten media sosial lainnya di akun media sosial masing-masing khususnya facebook, instagram dan twitter.
"Caranya dengan mencantumkan tagar #WeLoveJakarta dan tagar #WeLoveCities. Tingkat dukungan publik dari ketiga kanal tersebut akan menjadi penentu prestasi Jakarta dalam kampanye We Love Cities," ucapnya.
Sekadar diketahui, kampanye We Love Cities berlangsung selama delapan Minggu, dimulai sejak 26 April 2016 dan berakhir tanggal 19 Juni 2016 tengah malam zona pasifik.
Pengumuman kota favorit dalam kampanye ini akan dilakukan pada tanggal 22 Juni 2016 bersama dengan kota-kota terpilih dalam EHCC 2016. Pada ajang tahun sebelumnya Jakarta terpilih sebagai Indonesia Earth Hour National Capital dalam ajang EHCC 2015.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.