Langsung ke konten utama

Bus Sekolah Kurangi Angka Kecelakaan Anak

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku dengan merelokasi warga ke rumah susun (rusun) bisa mengurangi angka kecelakaan anak-anak.


" Dulu di daerah yang padat rata-rata kecelakaan dengan truk anak-anak banyak meninggal"
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan berbagai fasilitas di rusun untuk penunjang aktifitas warga. Salah satunya bus sekolah untuk antar jemput siswa. Fasilitas itu terbukti bisa mengurangi angka kecelakaan terhadap anak-anak.
"Jadi keamanan anak-anak terjaga. Kecelakan terlindas truk sudah hampir nggak ada. Dulu di daerah yang padat rata-rata kecelakaan dengan truk anak-anak banyak meninggal," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/4).
Basuki mengatakan telah merelokasi warga ke tempat yang lebih baik dengan fasilitas lengkap. Selain bus sekolah, fasilitas lainnya seperti dokter, Kartu Jakarta Pintar (KJP), perpustakaan, taman, serta lainya.
"Terus TBC peringkat itu kita nomor dua dunia, kamu nggak kasihan anak kamu terjangkit TBC? Kalau saya pindahkan orang ke tempat yang tidak baik saya dilema. Tapi kalau saya pindahkan ke tempat yang lebih baik dan ada sekelompok orang yang marah-marah saya diamkan saja," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).