Langsung ke konten utama

DKI Dorong Gerakan Matikan Televisi Saat Jam Belajar

Sumber: beritajakarta.com
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat ingin anak-anak Jakarta lebih giat dan membudayakan membaca. Sebagai upaya meningkatkan hal tersebut, Djarot mewacanakan gerakan 'Matikan Televisi' di jam belajar malam hari.

Djarot mengatakan, jam belajar yang cukup terganggu dengan televisi antara pukul 18.00-20.00. "Secepatnya akan diuji coba," ujarnya, setelah menerima kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dari Universitas Negeri Jakarta‎ (UNJ), Rabu (27/4).
Menurut Djarot, keberadaan program itu diyakini dapat meningkatkan ‎keinginan anak membaca buku. Sebab, di era digital saat ini, keinginan anak untuk membaca buku telah memudar. Terlebih pada malam hari.
Sebelum program ini dijalankan, lanjut Djarot, Pemprov DKI bersama mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Ibukota akan melakukan sosialisasi kepada RT dan RW serta warga.
"Para mahasiswa bisa rembug bersama RT dan RW. Mengajak mereka untuk bisa mematikan televisi paling tidak selama dua jam," tandasnya.‎
Dirinya berharap, program tersebut mendapatkan dukungan penuh dari orang tua yang lokasinya akan disasar program itu. Dukungan juga diharapkan datang dari warga-warga lainnya di Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.