Langsung ke konten utama

DKI Dorong Gerakan Matikan Televisi Saat Jam Belajar

Sumber: beritajakarta.com
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat ingin anak-anak Jakarta lebih giat dan membudayakan membaca. Sebagai upaya meningkatkan hal tersebut, Djarot mewacanakan gerakan 'Matikan Televisi' di jam belajar malam hari.

Djarot mengatakan, jam belajar yang cukup terganggu dengan televisi antara pukul 18.00-20.00. "Secepatnya akan diuji coba," ujarnya, setelah menerima kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dari Universitas Negeri Jakarta‎ (UNJ), Rabu (27/4).
Menurut Djarot, keberadaan program itu diyakini dapat meningkatkan ‎keinginan anak membaca buku. Sebab, di era digital saat ini, keinginan anak untuk membaca buku telah memudar. Terlebih pada malam hari.
Sebelum program ini dijalankan, lanjut Djarot, Pemprov DKI bersama mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Ibukota akan melakukan sosialisasi kepada RT dan RW serta warga.
"Para mahasiswa bisa rembug bersama RT dan RW. Mengajak mereka untuk bisa mematikan televisi paling tidak selama dua jam," tandasnya.‎
Dirinya berharap, program tersebut mendapatkan dukungan penuh dari orang tua yang lokasinya akan disasar program itu. Dukungan juga diharapkan datang dari warga-warga lainnya di Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).