Langsung ke konten utama

DKI Ancam Cabut Izin Usaha PKL Nakal

DKI Ancam Cabut Izin Usaha PKL Lokbin BandelWakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta agar pedagang kaki lima (PKL) yang sudah ditampung di lokasi binaan (lokbin) atau lokasi sementara (loksem) agar tertib dan tidak lagi turun ke jalan sehingga mengganggu ketertiban umum. Selain terancam ditertibkan, PKL yang membandel akan dicabut izin usahanya.

" Kalau sudah ada Lokbin bagus seperti ini, jangan turun ke jalan. Tolong jaga disiplin dan tertib. Kalau nekad turun ke jalan, nanti ditertibkan Satpol PP"
"Kalau sudah ada Lokbin bagus seperti ini, jangan turun ke jalan. Tolong jaga disiplin dan tertib. Kalau nekat turun ke jalan, nanti ditertibkan Satpol PP. Tinggal main kuat-kuatan saja," ujar Djarot usai menghadiri penyaluran kredit dari Bank DKI ke pedagang kecil di Lokbin Makasar, Jakarta Timur, Jumat (29/4).

Selain ditertibkan, bantuan kredit usaha juga tidak akan diberikan lagi. Bahkan jika masih bandel juga dan sulit ditertibkan, maka sanksi terberatnya adalah bisa berupa pencabutan izin usahanya. Sehingga pedagang tidak bisa berjualan di lokbin lagi.
Karena itu ia berharap agar pedagang tertib. Pemprov DKI juga akan terus memberikan bantuan kredit usaha tanpa agunan. Agar mereka bisa terus berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, Djarot juga berharap agar Bank DKI meningkatkan pelayanan pada masyarakat Jakarta. Sebagai bank yang didanai dari APBD DKI, Bank DKI harus peduli dan memperhatikan pedagang kecil, bukan pengusaha besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…