Langsung ke konten utama

150 Personel Pemkot Jaktim Buru PMKS

Sumber: beritajakarta.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menggelar operasi penertiban penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir kawasan rawan PMKS.

Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana mengatakan, apel untuk menyamakan persepsi dalam penanganan razia PMKS. Nantinya saat digelar razia, personel dibagi dalam dua tim. Yakni wilayah selatan meliputi kecamatan  Cipayung, Makasar, Kramat Jati, Ciracas dan Pasar Rebo. Sedangkan utara meliputi kecamatan Jatinegara, Pulogadung, Matraman, Cakung dan Duren Sawit
"Apel ini untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan razia terhadap PMKS. Razia ini juga rutin dilakukan setiap hari Rabu dengan lokasi dan sasaran berbeda-beda," kata Bambang, Rabu (27/4).
Sementara, Kasatpol PP Jakarta Timur, Hartono Abdullah mengatakan, ke 150 personel yang dilibatkan dalam razia terdiri dari unsur Satpol PP, TNI/Polri dan Sudin Sosial. Sasaran utama adalah juru parkir liar atau pak ogah yang kerap mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas.
"Setelah razia, semua pak ogah yang terjaring kita kumpulkan untuk didata di kantor Satpol PP. Kemudian kita kirim langsung ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Ceger," tandas Hartono.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).