Langsung ke konten utama

DKI Siapkan Tarif Parkir untuk Mobil di Rusun

DKI Galakkan Pembenahan di RusunGubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akan mengatur tarif parkir per jam bagi penghuni rumah susun yang membawa mobil pribadi.

" Jadi caranya menyingkirkan orang-orang itu dari rusun, kita kenakan parkir jam-jaman, kalau dia parkir di luar kami derek"
Bagi kendaraan yang parkir di luar rusun, Ia meminta Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) untuk melakukan penderekan.
"Jadi caranya menyingkirkan orang-orang itu dari rusun, kita kenakan parkir jam-jaman, kalau dia parkir di luar kami derek," ujar Basuki, Jumat (29/4).
Basuki mengatakan, Rusun Kapuk Muara, sebelumnya sudah pernah dirazia. Sebagian penghuni rusun ternyata dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Oleh sebab uitu, pihaknya akan mengetatkan aturan kembali bagi penghuni rusun.
"Yang penting sekarang harus ikutin aturan kami. Orang-orang menengah kan bisa tambah kaya, dia nggak mau tinggal di rusun, dia serahkan ke orang lain, itu yang kami sita," tandas Basuki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).