Langsung ke konten utama

Basuki Ajak Warga Ikut Kampanye We Love Cities

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengajak warga Ibukota untuk berpartisipasi dalam ajang kompetisi We Love Cities. Sehingga diharapkan Jakarta bisa menjadi The Most Loveable Sustainable City pada tahun ini. 


" Ini butuh dukungan dari masyarakat, agar Jakarta bisa terpilih menjadi The Most Loveable Sustainable City"
"Ini butuh dukungan dari masyarakat, agar Jakarta bisa terpilih menjadi The Most Loveable Sustainable City," kata Basuki, usai peluncuran Kampanye We Love Cities, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (26/4).
Basuki mengaku akan ikut mensosialisasikan kepada warga melalui media sosial yang dimilikinya, seperti instagram, facebook, dan twitter. "Tapi tergantung partisipasi publik saja. Minimal aku ngetwit ke followers aku lah, biar warga juga tahu dan mau melakukan vote," tuturnya.
Jakarta sendiri menjadi salah satu kota yang masuk dalam kompetisi We Love Cities ini. Selain Jakarta, Bogor dan Balikpapan juga masuk dalam ajang kompetisi. "Yang paling penting warga Jakarta diingatkan, tanpa partisipasi anda Jakarta tidak akan berjalan dengan baik," ucapnya.
Pada kesempatan ini, Basuki juga menyempatkan diri untuk memberikan dukungan kepada Jakarta melalui websitewww.welovecities.org.
Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia, I Nyoman Iswara Yoga mengatakan untuk dapat menjadi juara pegawai negeri sipil (PNS) juga bisa ikut berpartisipasi. Setiap harinya satu perangkat elektronik, bisa digunakan untuk memberikan dukungan minimal satu orang.
"Jadi sebelum memulai kerja bisa mem-vote atau memberikan dukungan kepada Jakarta dalam kampanye ini," tandas Nyoman.
Kampanye We Love Cities berlangsung selama delapan minggu, dimulai sejak 26 April 2016 dan berakhir tanggal 19 Juni 2016 tengah malam zona pasifik. Pengumuman kota favorit dalam kampanye ini akan dilakukan pada tanggal 22 Juni 2016 bersama dengan kota-kota terpilih dalam EHCC 2016.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.