Langsung ke konten utama

Warga Tiga RW di Tegal Alur Alami Krisis Air Bersih

Sumber: beritajakarta.com


Warga yang berdomisili di tiga RW Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, mengalami krisis pasokan air bersih akibat musim kemarau panjang.
Krisis air bersih telah terjadi sejak tiga bulan belakangan. Warga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan mencuci, mandi dan masak. Kalaupun tersedia air bersih, warga terpaksa merogoh kantong dalam–dalam.
Tarmuji (52), warga RT 04/08 Kelurahan Tegal Alur mengatakan, kekeringan telah melanda pemukiman warga sejak tiga bulan silam. Pasalnya, warga setempat masih menggunakan air anah untuk kebutuhan sehari–hari.
“Pipa air PAM belum masuk ke pemukiman warga. Kondisinya, sejak musim kemarau, semua sumur warga kekeringan,” ujar Tarmuji, Selasa (29/9).
 Tarmuji menuturkan warga terpaksa membeli air bersih dari penjual air gerobak seharga Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per pikul.
Warga lainnya bernama Abdulah (41) menambahkan, keberadaan air bersih saat ini menjadi barang langka dan sangat berharga bagi warga. Sebab, walaupun dapat membeli, tukang air gerobak susah dicari.
“Untuk menghemat air, saya terpaksa kalau berangkat kerja cukup cuci muka dan badan dilap handuk basah. Pokoknya yang penting segar,” ujar karyawan pabrik ini.
Abdulah mengaku, bantuan suplai air bersih dari pemerintah telah dilakukan, namun sangat minim.
“Ada pernah dua kali mobil tangki PAM datang, tapi setelah itu tidak ada lagi,” ungkap Abdulah.
Sementara Kepala Seksi Umum Kelurahan Tegal Alur, Zainal mengakui kalau di wilayahnya mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Kekeringan paling parah terjadi di wilayah RW 01, 04 dan 08.
“Guna mengatasinya pihak kelurahan telah meminta bantuan air bersih ke pihak PAM Jaya,” terang Zainal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.