Langsung ke konten utama

30 Kubik Sampah Diangkut dari Perairan Pulau Pari


Memasuki musim hujan, perairan Kepulauan Seribu menerima cukup banyak sampah kiriman yang terbawa melalui aliran sungai dan kali di Jakarta.

Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengatasi banyaknya sampah kiriman tersebut. Salah satunya dengan menggelar gerebek sampah yang kali ini dipusatkan di perairan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

"Selain untuk menjaga agar pulau tetap bersih, gerebek sampah ini juga dilakukan sebagai usaha mengedukasi warga dan wisatawan agar tidak membuang sampah di laut," ujar Husein Murad, Bupati Kepulauan Seribu saat memimpin gerebek sampah di Pulau Pari, Kamis (29/11).

Dijelaskan Husein, dari hasil gerebek sampah ini, sebanyak 30 kubik sampah berhasil dikumpulkan untuk kemudian diangkut menggunakan KM Laut Bersih ke darat.

Ke depan, sambung Husein, pihaknya akan lebih menggencarkan gerakan kebersihan pesisir pulau, khususnya saat musim hujan di pulau-pulau permukiman.

"Ini dilakukan karena pada musim hujan tidak sedikit sampah daratan yang terbawa arus ke pulau sisi selatan," katanya.

Sementara itu, Kepala Sudin Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu, Yusen Hardiman menuturkan, gerebek sampah kali ini pihaknya mengerahkan puluhan petugas kebersihan dan PPSU yang dibantu ASN.

"Sampah yang terkumpul sebagian besar berupa plastik kemasan," tandasnya.


Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id