Langsung ke konten utama

Pedagang Keluhkan Sepinya Pasar Pesanggrahan

Pedagang di Pasar Pesanggrahan, Jakarta Selatan mengeluhkan masih sepinya pembeli. PD Pasar Jaya selaku pengelola diminta untuk meningkatkan promosi dan langkah strategis lainnya.


"Dibanding saat masih kumuh sudah ramaian, tapi tetap masih sepi untuk ukuran pembelinya. Kita minta pengelola melakukan promosi biar ramai "
"Dibanding saat masih kumuh sudah ramaian, tapi tetap masih sepi untuk ukuran pembelinya. Kita minta pengelola melakukan promosi biar ramai," ujar Warjan, pedagang ikan di lantai dasar Blok A loss AIB, Pasar Pesanggrahan, Jumat (26/8).
Padahal untuk berjualan di los tersebut, Ia harus membayar sewa Rp 167 ribu, yang langsung dipotong di Bank DKI melalui Biaya Pengelolaan Pasar (BPP).
Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin pun mengakui hal tersebut. Ia berencana akan mengundang produsen-produsen yang tertarik dengan pasar agar melakukan kegiatan di Pasar Pesanggrahan.
"Kita akan buat aktifitasnya yang meriah per minggu agar pembeli masuk. Program perkulakan dengan harga yang lebih murah, semua akan kita upayakan agar ramai transaksinya," tandasnya.
Setelah direvitalisasi, Pasar Pesanggrahan sendiri telah beroperasi sejak setahun lalu. Namun baru ini peresmian dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).